Sunday, May 25, 2008

Insiden Activia

-Tobucil, Senin 19 Mei 2008-

Meski rukun berjajar, tidak semua penghuni kulkas Tobucil dikomersilkan. Kru Tobucil kadang menitipkan properti pribadinya di sana. Jadi, kalau pada suatu kali tertarik pada salah satu personil kulkas, sebaiknya kamu bertanya dulu.

Senin lalu, seorang Mbak tergoda pada Activia Mbak Upi yang bertengger manja di rak kulkas. Tanpa prasangka, dia mengeluarkan Si Activia dari kulkas.

“Teh, ini sendoknya mana, ya?” tanyanya pada Mbak Elin yang bertugas pagi itu. “Pake sendok Tobucil aja, ya, yang kecil,” sahut Mbak Elin sambil beranjak ke dapur. Karena sedang serius dengan pembukuan, dia tidak terlalu memperhatikan asal-usul Si Activia.

Selang beberapa waktu kemudian, setelah ber-hot spot sambil makan Activia, Si Mbak masuk ke Tobucil. “Tadi Activianya berapa ?” tanyanya. “Oh … sebentar …,” sahut Mbak Elin sambil memeriksa daftar harga. “Wah … kayaknya nggak dijual, nggak ada di daftar harga soalnya, ya udah, deh, seribu aja,” kata Mbak Elin sekenanya. “Tapi nggak mungkin, Mbak … soalnya biasanya dua ribu lima ratus …,” sangkal si pengudap Activia yang jujur dan baik hati itu. “Oh, ya udah. Dua ribu lima ratus kalau gitu,” kata Mbak Elin akhirnya.

“Banyak, kali, kejadian gitu. Aqua gua waktu itu juga mau dibeli sama Si Ami (tutor madrasah filsafat-red). Itu malah lebih parah. Udah gua minum setengah,” cerita Mas Andre setelah mendengar kabar insiden Activia. Waduh …

Haruskah Tobucil membuat batas di kulkas ? Tapi, bukannya itu berarti kita mencegah penghuni kulkas bergaul bebas ? =p

Sundea

0 comments: