-Tobucil, Senin 12 Mei 2008-
“… there's a little black spot in the sun today …”
King of Pain –The Police
Siang itu, ada serumpun nuansa kuning-hitam yang memasuki pintu Tobucil. Wow, ternyata sebuah keluarga !
Ibu Nita Sang Ibu, Sissy Si Kakak, dan Ochan adik laki-lakinya yang tak mau diam, berkeliling menjelajah Tobucil. Sissy mencermati buku dan pernak-pernik. Seperti satelit, Ochan mengikuti Sissy sambil ajojing tanpa kenal lelah. “Kita tau Tobucil pindah ke sini karena denger di radio, waktu itu ada kuis yang hadiahnya dari Tobucil,” cerita Sissy. “Sering denger Rase?” tanya Laras, Kru Tobucil yang sedang bertugas. “Kebetulan aja dengernya, ya …?” celetuk Ochan sambil menoleh kepada Sissy. Sissy mengangguk mengakuri.
“Wah … kalau ke sini jadi jelalatan …,” kata Bu Nita. Sambil mengamati sebuah sarung hp berwarna kuning-cokelat tua, dia bertanya, “Ini dibikin dari apa? Dari kulit bukan?”
Kedatangan keluarga berwarna terik matahari itu, membuat Tobucil jadi cerah dan hangat. Rasanya seperti berlibur di pantai meskipun hanya sebentar. Sebelum pulang, sekali lagi Bu Nita berkata dengan nada geregetan, “Aduh, kalau ke sini jadi jelalatan …”
Serumpun nuansa kuning-hitam itu meninggalkan Tobucil. “Main-main ke sini lagi, ya, ditunggu …,” pesan segenap Kru Tobucil. Keluarga berwarna terik matahari itu membalas dengan senyum dan lambaian tangan.
Sebetulnya, keluarga ini memang kompak janjian berbaju kuning-hitam, atau …
warna terik matahari memang secara alamiah menyertai diri mereka?
Tobuciler lebih suka percaya yang ke dua. Mereka pasti keluarga yang datang dari Negeri Matahari.







0 comments:
Post a Comment