Sunday, June 22, 2008

Cerita Rumah Semut

-Tobucil, Senin 16 Juni 2008-

“Kakaaaak ... sini, deh …liat semutnyaaaaa ….,” seru Reni.

Begitu Tobuciler tiba di luar, Reni menunjuk origami yang tergantung di gerbang Tobucil. Sekumpulan semut tampak merayap-rayap panik di permukaannya.


Jadi begini ceritanya. Ketika sedang bermain voli di pekarangan, tak sengaja bola Reni menubruk origami penghias gerbang. Tiba-tiba saja semut-semut itu menghambur keluar dari sela-sela lipatan origami. Semakin banyak dan semakin banyak dan lama-lama menjadi banyak sekali.

Ternyata, diam-diam semut-semut itu membangun perkampungan di dalam origami. Entah sejak kapan. Jika dilihat dari jumlah penduduknya, kelihatannya, sih, sudah cukup lama.

Menurut Melisa dalam lagu Semut-semut Kecil, semut tinggal di dalam tanah. Tapi itu kan semut-semut di awal tahun 90-an. Lebih dari satu dekade cukup untuk melakukan perjalanan menuju “taraf hidup yang lebih tinggi”.

Tobuciler jadi bertanya-tanya. Setelah kemapanan domisilinya diganggu, kira-kira semut-semut ini akan ke mana, ya … ? Tetap di sana, atau kembali berperjalanan ?

Sundea

0 comments: