Senin sore itu, Si Putih, modem pinjaman Tobucil berbisik-bisik memanggil Tobuciler.
“Psssst … psssst … fotoin aku, dong … “
“Kenapa ?”
“Foto aja dulu … emangnya kamu nggak kepengen nulis tentang aku apa ?”
“Kenapa harus ?”
Si Putih tidak menjawab. Diamnya misteri, tapi tidak menakutkan. Yang aneh, entah mengapa sore itu Tobuciler sangat ingin memenuhi permintaannya.
Putih adalah modem ke dua yang dipinjam Tobucil. Dia wireless, namun fungsinya sama saja dengan modem dial-up; hanya available untuk satu komputer. Biar bagaimanapun, segenap Kru Tobucil tetap menyayanginya. Kami menerima Putih sebagai keluarga.
Pada hari Rabu, Tobuciler kembali datang ke Tobucil. Komputer pusat dan laptop Mas Andre tampak sedang on line bersama-sama. “Lho ? Udah bisa, ya ?” tanya Tobuciler. “Udah kayaknya, cobain aja …,” sahut Mas Andre. Tobuciler pun mencoba on line dan … JREEENG …
Setelah berminggu-minggu Tobucil hidup tanpa wi-fi, Putih memberikan kejutan manis yang menggembirakan. Sekarang Tobuciler tahu mengapa harus menulis tentang Si Putih.
Hari-hari ke depan akan ada kejutan apa lagi, ya ? Kita tidak pernah tahu …
Semoga hari-harimu pun akan penuh kejutan hangat yang menyenangkan
Salamatahari, semoga kami selalu mencerahkanhari …
Tobuciler







0 comments:
Post a Comment