-Tobucil, Rabu 4 Juni 2008-
Siang itu, sekelompok teman SMU berkumpul di beranda Tobucil. “Klab baru, tuh, Klab UAN (Ujian Akhir Nasional-red),” kelakar Wiku. Sambil menyeringai menanggapi, Tobuciler bergabung dengan teman-teman yang tampak serius belajar itu.
“Dari SMA mana, nih ?” tanya Tobuciler. “SMA 3,” sahut mereka hampir bareng. “Waktu itu ada temen-temen SMA 3 yang ke sini juga, shooting buat tugas Bahasa Indonesia,” ujar Tobuciler. “Iya aku juga ikut,” kata Agitha ceria. “Aku udah tiga kali ke sini, dua kali belajar, satu kali main. Abis enakan belajar di sini daripada di di kantin,” lanjutnya. “Orang kantin kita penuh sama anak SMA 5,” komentar Ami sambil tetap asyik mengerjakan soal matematika.
Ternyata, teman-teman, pemasukan terbesar kantin SMA 3 justru datang dari SMA 5. “Kalau anak 3 jajan cuma 5 porsi, anak 5 bisa 25 porsi,” kata Agitha yang pernah meneliti materi ini untuk tugas karya tulisnya. Wow …
Agitha, Rizkie, Maria, Ami, dan Tidy berencana sering-sering belajar di Tobucil. “Soalnya enak aja, tempatnya tenang,” ujar mereka. Hmmm … kalau Kru Tobucil jajan 10 porsi dalam sehari, siapa tahu teman-teman kita yang dalam masa pertumbuhan ini bisa jajan 50 porsi sehari ? Ketika kantin mereka dirambah tetangga, moga-moga mereka merambah warung kami … =p






0 comments:
Post a Comment