-Tobucil, Kamis 12 Juni 2008-
Ketika Mbak Elin dan Mas Andre sedang seru mengobrol, seorang Mbak menghampiri kasir Tobucil. Sambil membawa katalog benang, dia berdiri bingung.
“Ada apa, Mbak ?” tanya Mbak Elin. “Ini … saya mau tanya … saya kan mau bikin souvenir buat nikahan. Ada yang punya ide, nggak ?” tanyanya. Selanjutnya, Mbak yang bernama Mbak Christine ini terlibat obrolan menyenangkan dengan Kru Tobucil. “Tadinya saya mau bikin magnet babi sama kambing. Saya kan shionya babi, dia (calon suami Mbak Christine-red) kambing,” ungkapnya. “Mending bikin gantungan kunci aja, kan lebih bisa kepake,” usul Mas Andre. “Iya, atau buat handphone,” sambung Mbak Elin. “Atau bikin makhluk yang campuran babi sama kambing gitu, Mbak,” usul Tobuciler. Mbak Elin menatap Tobuciler kurang setuju, “Bukannya serem, ya … ?”
Ternyata Mbak Christine adalah pemilik pabrik benang Indovon, Rancaekek. Katalog yang dia bawa adalah katalog benang-benangnya sendiri. Rencananya, benang itulah yang akan dipakai untuk membuat souvenir. Warnanya lucu-lucu. Sayangnya, mungkin benang acrylic Mbak Christine terlalu tipis untuk dirajut. “Kita orderin ke Danu aja,” usul Mbak Elin. “Iya, iya, Danu kan bisa, tuh, bikin-bikin yang kayak gitu …,” dukung Mas Andre. Maka Mbak Elin menelpon Mas Danu.
“Ya udah … entar saya sesuaikan aja dengan Mbak Danunya, ya ….,” kata Mbak Christine. “Danu itu cowok,” sahut semua Kru Tobucil hampir bersamaan. “Oh,” tanggap Mbak Christine. “Di sini pria-prianya emang jago-jago bikin-bikin kerjinan,” Mbak Elin menginformasikan. “Oh, gitu, ya …,” sahut Mbak Christine, masih tampak terkejut
Mas Danu Purwoko kita tidak mungkin seorang perempuan. Dia lebat berbrewok dan bersuara berat. Lagi pula, seperti kata Mas Andre, kalau perempuan, namanya pasti Danuwati atau Danunita.






0 comments:
Post a Comment