Sunday, June 29, 2008

Membeli Buku dengan KTP

-Tobucil, Kamis 26 Juni 2008-

Hari itu Tobucil penuh sesak. Berkarung-karung benang yang bertumpuk di ruang belakang, menuntut segera diurus. Segenap kru pun sibuk menggulung dan mengabsen benang.



Di tengah-tengah kekusutan itu, seorang Mbak cantik datang ke Tobucil. “Saya mau ambil buku,” ujarnya. “Oh, pemenang kuis Jazz and Book kayaknya, tuh, udah disiapin,” ujar Mbak Elin sambil masih sibuk dengan benang. Tanpa banyak bertanya lagi, Mas Andre mengambil paket hadiah “Jazz and Book”.



“KTP, Mbak,” tagih Mas Andre sebelum menyerahkan paket tersebut. “Oh … di sini beli buku pake KTP, ya …?” tanggap Mbak itu agak heran. “Iya, buat laporan ke kepollisian,” sahut Mas Andre asal. Meski tidak mengerti, Mbak itu menyerahkan KTP-nya. Dia tampak semakin bingung ketika Mas Andre tahu-tahu memfotokopinya.


“Ini hadiahnya. Dapet apa, sih, Mbak, liat, ya…,” kata Mas Andre sambil mengintip paket hadiah “Jazz and Book”. “Oh … dapet hadiah juga, ya …?” tanya Mbak itu lagi. “Lho … kamu … bukan Jazz and Book ? Lumbini, ya?” Mas Andre tiba-tiba sadar. “Iya. Tadi saya bilang kan…,” ujar Mbak itu. Hiyaaaa ….


Seisi Tobucil tertawa lepas. Ternyata, Mbak yang bernama Yulistina Sandji itu datang untuk mengambil novel Lumbini. Inisiatif berlebihan Kru Tobucil menimbulkan kekeritingan pemahaman, namun me-rebonding kekusutan suasana.

Sundea

0 comments: