Selama hampir dua minggu modem Tobucil dirawat inap. Kru Tobucil harus berjuang sendiri mencari koneksi internet. Mbak Elin harus pergi ke warnet. Wiku terpaksa mengantarkan bahan “Jazz and Book” secara manual kepada Mas Syauqie Rase FM. Tobuciler harus mengupload cepat-cepat karena voucher hotspotnya hanya berlaku dua jam.
Hingga pada hari Rabu lalu, Mas Andre membawa pencerahan. Dia meminjam modem dari temannya, khusus untuk Tobucil. “Tapi ini bukan wireless, cuma bisa buat satu komputer,” Mas Andre menginformasikan.
Kedatangan modem lumayan mempermudah kinerja Tobucil. Paling tidak perdagangan benang berjalan lebih lancar, bahan “Jazz and Book” dapat dikirim, dan blog bisa dicek lebih sering. Terima kasih pada Mas Andre, dan tentunya si modem pinjaman itu sendiri ^_^
Selain si modem relawan, minggu ini Tobucil mendapatkan banyak teman baru. Antara lain Liya dan teman Klab Nulis lainnya, penggulung benang listrik, dan Mbak Christine. Mereka semua diceritakan di blog edisi ini. Kamu pun bisa berkenalan dengan mereka dan menganggap mereka temanmu juga …
Semoga mereka bisa menghangatkan hatimu …
Salamatahari, semogaselalucerah …
Tobuciler






0 comments:
Post a Comment