Sunday, November 9, 2008

Agus Bebeng yang Cinta Anak-Istri

Fotografer freelance yang eksis di berbagai acara ini, belakangan kerap muncul di ruang AJI.

Kadang untuk mengobrol. Kadang online. Dan kadang … main Zuma. Tak banyak yang tahu kalau dia sudah punya anak dan istri. Simak wawancara Tobucil dengan Agus Bebeng.

Tobucil : Mas Bebeng, denger-denger anjing Mas Bebeng abis berantem sama tikus, ya? Katanya dia kalah dan luka-luka …

Mas Bebeng : Sekarang dia sud

ah merasa sebagai anjing yang superior. Dia merasa majikannya membantu dia berperang melawan tikus. Kami bergumul dua lawan satu. Karena itu, dia merasa persahabatan kami semakin kental …

Tobucil : Hah ?

Mas Bebeng: Iya. Kami para lelaki yang kesepian. Kami nocturno, sering bersama-sama menatap bulan. Lagian dia udah lupa hakekatnya sebagai anjing …

Tobucil : Taunya dari mana ?

Mas Bebeng : Karena dia selalu tidur di samping saya dan saya perlakukan seperti manusia. Lagipula dia tidak suka menggonggong …

Tobucil : Terus apa? Sukanya berbicara?

Mas Bebeng : Bukan. Daripada mengejar orang yang tampaknya garang, dia lebih tertarik mengejar perempuan. Di belakang rumah saya kan ada kos-kosan. Ada SPG yang tampaknya menyukai dia. Saya kan tersinggung sebagai orang. Kenapa dia disukai dan saya tidak …

Tobucil : Hahahaha … ngomong-ngomong, anjing Mas Bebeng itu namanya siapa, sih ?

Mas Bebeng : Lokapala. Nama paling bagus dari semua anjing yang pernah ada. Artinya puncak tertinggi dunia. Saya kasih nama begitu, supaya paradoks.

Tobucil : Para Dog (s) …?

Mas Bebeng : Iya, jadi kan anjing di atas para …

Tobucil : Hahahaha …

Mas Bebeng : Sebenernya Lokapala harusnya nama untuk anakku, tapi karena belum punya anak, aku persembahkan untuk anjingku …

Tobucil : Hiyaaa … jangan-jangan Si Lokapala itu anaknya Mas Bebeng … kalo kamera Mas Bebeng apa? Sahabat ?

Mas Bebeng : Kalau kamera istriku.

Tobucil: Berarti kamera istri, Lokapala anak, dong …

Mas Bebeng : Nah … tepat! Anggap saja begitu! Jadi anjingku hasil pernikahan aku dan kameraku.

Tobucil : Hmmm … begitu, ya. Istri Mas Bebeng ada namanya ?

Mas Bebeng: Alice, soalnya aku suka “Alice in the Wonderland”. Itu sesuatu yang luar biasa. Bayangkan. Alice menghadapi dunia tanpa bulan dan matahari. Tapi dia membangun paradigma berpikir bahwa hidup dapat dijalani tanpa realitas. Dia bisa memasuki ruang-ruang kecil karena punya ramuan untuk memperkecil dirinya. Istriku adalah representasi dari Alice. Dia bisa hidup tanpa perlu memikirkan harga minyak tanah misalnya …

Tobucil: Mas Bebeng udah punya surat nikah, belom?

Mas Bebeng: Tidak perlu. Ikatan batin lebih penting. Kami sudah menikah secara batin. Kami menjalani keseharian yang sangat indah, menatap gerimis, berdiskusi di sebuah ruang, misalnya, dia menggelitikku ketika kami melihat anak menari pada sebuah sanggar tari, lalu kami berdiskusi melalui layar digital Alice …

Tobucil : Entar Lokapalanya jadi anak haram, lhooo …

Mas Bebeng: Saya sudah mempersiapkan Loka menjadi anak adopsi. Sebenernya Loka itu kan anaknya Alice. Dia kan hidup dibiayai oleh Alice (karena Mas Bebeng mencari uang dengan memotret dan ia memotret dengan Alice-red).

Tobucil: Gimana hubungan Alice sama Loka?

Mas Bebeng : Wah … kalau di rumah, Alice selalu aku istirahatkan, aku simpan dengan rapi di tasku. Di rumah, Loka sangat posesif. Nanti kalau aku pegang Alice, Alice-nya dijatuhin sama Loka …

Tobucil : Waduh … Loka benci ibunya, dong … ?

Mas Bebeng : Aku rasa karena mereka belum berkenalan aja. Lagipula aku takut nanti mereka incest …

Tobucil : Kok jadi kayak cerita Sangkuriang, sih ? Jangan-jangan sebenernya Loka bapaknya, Mas Bebeng Sangkuriangnya, Alice Dayang Sumbi …

Mas Bebeng : Ah, kamu sudah menghancurkan susunan sebuah keluarga …

Tobucil : Hehehe … btw, Mas, sebenernya ini kan buat dimuat di blog Tobucil edisi 10 November, pas Hari Pahlawan, ya … mustinya aku nanya-nanya tentang pahlawan ..

Krik … krik …krik …

Tobucil : Ah, tapi udahlah, daripada jadi maksa … hehehe … ya sudh. Thank u, ya …

Selepas wawancara, Mas Bebeng tidur-tiduran di kasur hijau ruang AJI. Ketika akhirnya dia tidur betulan, Tobuciler mengendap-endap dan … *cekrek* …

Tampaknya Mas Bebeng sedang berkelana ke sebuah negeri tanpa bulan dan matahari. Memasuki ruang-ruang kecil. Menjalani hidup tanpa realitas yang kita sebut “bermimpi”.

… mungkin di sana ada Loka yang baru masuk sekolah dan Alice yang membuatkan kopi …

Sundea





Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin