Sunday, January 11, 2009

Kak (Niiit) : Bunga-bunga Asmara ?

-Tobucil, Rabu 07 Januari 2009-

Belakangan ini, Harish Banser, aktivis Klab Klassik yang berwajah klasik pula, kerap menjadi penjaga kasir Tobucil. Nah. Pada suatu hari yang cerah, saat Harish sedang bertugas, Reni datang. Sepanjang siang, ia duduk di sebelah Harish dan mengobrol cukup seru dan serius. Ada apa gerangan ? Sebagai wartawan gosip yang militan, Tobuciler menguping dari bawah meja kasir.

“Kak (niiiit…) baru putus sama pacarnya, lho. Besok mau ke sini,” Reni memberi informasi.

“Wah … Kak Arish harus siap-siap, dong, musti cukur bulu idung, nih,” tanggap Harish.

“Idih …”

Jadi, Teman-teman, diam-diam Harish sedang mengincar kakak sepupu Reni yang baru lulus SMU. “Dia baru lulus, Kak Arish belum lulus, pas, dong …,” kata Harish pada Reni.

Bunga-bunga asmara bersemi di awal tahun, ketika Harish melihat Kak (niiiit) berkunjung ke Jln. Aceh 56. Menurut informasi, Kak (niiit) yang baru masuk akademi sekretaris ini, cantik, putih, dan berambut pendek. “Cocoklah, sama Kak Arish,” begitu kata Harish penuh keyakinan.

“Makanya, kenalan, abis Kak Arish disuruh kenalan malu banget, sih !” desak Reni. “Besok biar keren Kak Arish mau minjem mobil, ah. Mobil bak. Kak (niiiit) di depan sama Kak Arish, Reni di bak … hehehehe …,” ujar Harish. Tobuciler cekikan, lalu tak tahan untuk memunculkan diri, “Rish, Ren, liat sini, gue foto …” *cekrek*



“Jadi gimana, Rish, prospeknya ?” tanya Tobuciler. “Kayaknya kurang bagus, deh, soalnya yang nyomblanginnya …,”sahut Harish sambil melirik pada Reni yang langsung misuh-misuh.

Siapakah Kak (niiit) … ? Bagaimana kelanjutannya ? Entah. Cerita ini belum memutuskan keutuhannya. Mungkin bersambung, mungkin menggantung …

Sundea


Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin