Sunday, January 4, 2009

"The Thinker" di Aceh 56


-Tobucil, Rabu 31 Desember 2008-

Masih ingat patung wayang yang diceritakan pada editorial edisi lalu ?

Nah. Pada hari tutup tahun, posisi duduknya mendadak berubah. Karena prihatin, Tobuciler menghampirinya.


“Patung wayang, kamu kenapa ?”

“…”

“Sakit … ?”

“…”

“Atau mikirin sesuatu ?”

“…”

Patung wayang diam seribu bahasa. Jadi, Tobuciler memotret-motretnya tanpa bertanya apa-apa lagi.

Tahu-tahu, bahasa tubuh Si Patung Wayang mengingatkan Tobuciler pada “The Thinker”, patung yang dibuat oleh Auguste Rodin, seorang seniman Perancis. Konon patung tersebut merepresentasikan Dante, filsuf yang membicarakan gerbang kematian dalam karyanya, “Divine Comedy”. “The Thinker” sendiri disebut juga “The Poet”. Mungkin karena diamnya sesungguhnya adalah kata-kata yang penuh simbol dan padat makna.

“Kamu juga mirip ‘The Thinker’ gitu, ya, Patung Wayang ?” tanya Tobuciler lagi.

“…”

Kini Tobuciler tahu, Patung Wayang yang tak menjawab bukannya diam seribu bahasa. Sunyinya yang memerdekakan interpretasi justru lebih cerewet daripada seribu bahasa …

Sundea









"The Poet"
drcelestinemd.sulekha.com

Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin