Sunday, February 15, 2009

Galau dan Kosong

-Tobucil, Rabu 11 Februari 2009-

Madrasah Filsafat

“Buat saya, galau adalah pilihan hidup,” ujar Wiku, pendiri grup “Bandung Galau Selalu” di facebook. “Galau adalah moment di antara pilihan, sebelum pilihan, atau setelah pilihan. Jadi itu adalah moment ketika kita berpikir bebas, sebelum menentukan sesuatu,” papar Wiku. Apakah kondisi yang dimaksudkan Wiku bermakna sama dengan “Aku berpikir maka aku ada”-nya Descartes ? “Henteu oge (tidak juga),” pendapat Wiku, “Kalau berpikir kan nggak ada unsur perasaannya, kalau galau ada.”

Hari itu, madrasah filsafat mengangkat tema “Galau dan Kosong”. Wiku tampak jadi hadirin yang paling bersemangat mengampanyekan kegalauan. “Dunia-dunia galau yang dipilih itu terus menerus diciptakan karena menyenangkan. Kalau nggak galau, galau-galaukeun weh, kumaha carana (galau-galaukan saja bagaimanapun caranya),” ujar Wiku. “Mungkin lebih tepat ‘menikmati’. Saya lebih suka kata ‘menikmati’ daripada ‘menyenangkan’, seperti orang kadang menikmati rasa sakit,” Mas Dauz, yang sudah lima belas tahun lebih menikmati rasa sakit karena cinta, memberi pandangan.

Lalu bagaimana dengan “kosong” ? Kata yang bersanding dengan kata “galau” sebagai tema madrasah filsafat hari itu ? “Saya nunggu madfal di sini dari jam satu karena kuliah saya kosong. Saya bahagia iya, kan saya ngerajut. Galau iya, karena minggu lalu udah nunggu dari jam satu juga, taunya madfalnya nggak ada, takutnya yang minggu sekarang nggak ada lagi,” Rudy menerjemahkan kekosongan itu dengan harfiah sekali.

Hadirin lain pun punya cara sendiri memaknai “kosong”. Bagi Mas Ami, kosong adalah kondisi ketika ia merasa dirinya tak berharga. Sementara, menurut Mas Oyeah, kosong adalah kondisi ketika seseorang menganggap waktu tidak ada. “Menurut ajaran Sufi, mengosongkan pikiran artinya memusatkan pikiran pada satu hal dan melupakan hal yang lain,” kata Mas Ali. “Artinya, kosong adalah mencari fokus,” tambah Mas Iman.

Malam itu, langit pun tampak kosong. Tidak ada bintang, tidak ada bulan, tapi putih terang. Konon langit seperti itu adalah pertanda adanya badai di suatu tempat.

Malam itu, di suatu tempat, mungkin ada kegalauan yang mengosongkan. Tapi, adakah terperhatikan bahwa kosong itu ternyata putih terang ?

Sundea

klik di sini untuk membaca makalah "Galau dan Kosong"



Google Twitter FaceBook

4 komentar:

desty said...

Kosong itu putih terang...

benar, Dea...ga si layar notebook atau di kertas A4...bikin pikran jadi galau

tobucil said...

Hehehe ... biasanya itu terjadi pada orang2 yg skripsi, Des ...

vbi_djenggotten said...

nyesel aku baca yg ini...berat...beraaaaat....

btw kosong itu sesuatu yg gak bisa diidentifikasi secara indrawi....baik warna, tekstur maupun bentuk, tapi bisa dirasakan oleh hati...

halah....ngemeng epe iki....

tobucil said...

Kosong itu kalo manggang roti terus bakarnya kelamaan ... rotinya kosong, deh ...

Nha ... jadi nggak berat kan ? =p

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin