-Tobucil, Senin 9 Februari 2009-
Klab Nulis
Lintingan-lintingan putih terkumpul di atas meja Tobucil. Ophan, sang tutor, dan para peserta Klab Nulis berkumpul di sekitarnya. “Ini undian buat sidang nanti,” Ophan memberitahukan.
“Kalau ada yang bicara (sidang), kita boleh nonton ?” tanya Bu Taty.
“Boleh, justru itu yang diharapkan,” sahut Ophan.
“Yaaah … selama Klab Nulis ini, jadwal saya banyak yang terbengkalai. Tadinya mau saya bayar pas tanggal-tanggal sidang itu (ketika tidak tampil),” kata Nissa.
“Saya minggu ke tiga Februari sampai dengan minggu ke dua Maret mau survey,” Asma menginformasikan.
Saya harus ini, saya harus itu. Bagaimana kalau begini, dan bagaimana kalau begitu. Demi kepastian, akhirnya undian dikocok. Dan JREEENG muncullah … :
23 Februari 2009 : Nilam dan Sufti
2 Maret 2009 : Syarif, Nissa, dan Asma
16 Maret 2009 :Mbak Feti dan Bu Taty
23 Maret 2009 : Evi, Shinta, dan Rini.
“Aku pengennya yang pertama, soalnya kalo yang terakhir, liat yang lain nanti nge-down,” request Evi.
“Nissa kan novel, jangan di yang bertiga, kan dia pasti lama,” protes Asma.
“Iya, kita kan cerpen, entar kita kurang pesona,” Bu Taty mengamini.
Ophan lalu menukar Nissa dengan Sufti, Nissa pun panik, “Jangan, saya jangan yang pertama, kan saya nggak tau medan …”
Ophan garuk-garuk kepala.
Setelah tawar menawar yang cukup alot, keputusan yang membuat semua senang pun terbentuk juga. Ini dia :
23 Februari 2009 : Nilam, Sufti, dan Syarif
2 Maret 2009 : Nissa seorang diri. Ini merupakan kehormatan karena sepanjang sejarah Klab Nulis, Nissa adalah peserta pertama yang membuat novel sebagai tugas akhir.
16 Maret 2009 : Mbak Feti, Bu Taty, dan Evi
23 Maret 2009 : Shinta, Rini, dan Asma.
“Saya kalau apa-apa pasti dapet nomor urut satu. Tapi juara nggak pernah juara satu,” ratap Syarif.
Kira-kira seperti apa, ya, aksi mereka di sidang nanti ? Catat tanggalnya dan saksikan sendiri. Kamu juga diundang menghadiri sidang Klab Nulis di Tobucil, Jln. Aceh no. 56, pukul lima sore. Iya, betul, kamu yang sedang membaca artikel ini … ^_^ v
Bookmark this post: |

2 komentar:
klo boleh tau,
yg namanya shinta ini lengkapnya sapa ya?
saya curiga, jangan2 temen saya....
shinta nisfuanna?
atau jangan2...shinta laura...halah...
Hmmm ... nama lengkapnya Sinta kita nggak tau, mungkin aja Shinta Laura ... hehehe ...
Tapi yang pasti Shinta ini anak DKV Widyatama. Kecurigaanmu betul, tak ... ?
Post a Comment