Sunday, February 1, 2009

Merayakan Perubahan


Remy’s father: You can’t change nature!

Remy: But, Dad, change is nature!

-Ratatouille movie-

“Eh, jamnya beda !” tunjuk Tobuciler saat melihat jam hijau yang tergantung di dinding Tobucil. “Iya, yang dulu batrenya abis,” sahut Mbak Elin.

“Jamnya berubah, waktu juga berubah terus,” kata Tobuciler.

“Waktu nggak berubah, waktu itu konstan,” sangkal seorang teman.

“Oh, iya, ya …”

“Berarti nggak ada yang perlu dirayakan.”

“Lho, kok ?”

“Sesuatu dirayain karena istimewa. Kalau sama aja buat apa dirayain ?”

Waktu memang konstan, tapi hidup tidak. Waktu menandai perubahan, tapi dia bukan perubahan itu sendiri. Pengertian tersebut justru membangun kesadaran sebaliknya di kepala Tobuciler, “Segala sesuatu istimewa. Mereka perlu dirayakan karena waktu yang terus bergerak menandai yang berubah dan berbuah …”

Mari merayakan ini dan itu; bentuk awan yang tak sama dengan menit sebelumnya, orang-orang di jalan yang berganti setiap harinya, telinga kita yang menangkap beragam suara, buku bacaan kita yang memasuki halaman selanjutnya

Teman-teman, terima kasih untuk selalu ada; konstan seperti waktu dan istimewa seperti hidup.

Terima kasih karena telah membuat setiap tempo kami menjadi hari raya …

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah …

Tobuciler



Google Twitter FaceBook

3 komentar:

mynameisnia said...

Gue belom pernah sedetail itu merayakan perubahan karena gue tidak memperhatikan.

Iyajugaya..

Boleh deh ntar gue merayakan perubahan. Apapun itu.

vbi_djenggotten said...

dalem bow...

tobucil said...

Terima kasih, Teman-teman ... =D

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin