Sunday, February 1, 2009

Party-Party, Men's Party


-Tobucil, Minggu 01 Februari 2009-

Ada pesta di beranda Tobucil. Satu-satunya di Bandung. Release Party KDE 4.2 digelar, berbarengan dengan launching OpenSUSE 11.1 Linux. Hmmm … sebetulnya apa, sih, KDE dan OpenSUSE ?


KDE bukan “Kontes Dangdut Endonesya” dan OpenSUSE bukan seuatu yang “suse dibukenya”. Mereka adalah distro, alias varian, dari program Linux yang terkenal itu. “KDE ini desktop, bikin tampilan friendly dan enak dilihat,” kata Mas Bayu, pengembang distro Linux “blankon”. Seperti dipresentasikannya, menu KDE dapat tampil berputar-putar seperti dadu atau diberi aksen bunga-bunga es yang tampak menyejukkan.


Sementara, OpenSUSE adalah varian Linux yang mengkombinasi segala sesuatu menjadi sistem operasi yang lengkap. “OpenSUSE cabangnya lebih banyak karena dia open source,” kata Mas Andi, koordinator Komunitas OpenSUSE di Bandung. Lalu, apa pula open source ? Open source adalah keterbukaan Linux untuk dikembangkan dan dikembangkan lagi oleh setiap pengguna. Grupnya yang tersebar di seluruh dunia pun senantiasa online untuk membantu user-user baru. “Ada yang komersil, ada yang emang komunitas aja,” ujar Mas Bayu.


Pak Vavai, pengguna OpenSUSE yang hari itu juga berpresentasi, menceritakan senangnya menggunakan program OpenSUSE Linux. “Linux lebih aman dari virus,” ia mengungkapkan salah satu alasannya. Selain itu, support komunitas pun menjadi pertimbangan. “Kalau ada kesulitan, tinggal posting ke millist, selesai. Selesai karena nggak ada yang nggak ada yang nanggepin … hehehe,” ujar Pak Vavai yang tentunya sekedar kelakar.


Setelah presentasi selesai, berbagai pertanyaan dari pestawan (betul-betul pestawan ! Tidak ada satu pestawati pun di acara tersebut, entah mengapa) bergantian terlontar, “Apa OpenSUSE ada versi minimalisnya ?”, “Apa spesifikasi yang paling standar?”, “ Sebagai pengguna baru, sebaiknya saya memakai distro yang mana ?”


Di penghujung acara, Mas Banung, salah satu teman Tobucil, tahu-tahu mengajukan pertanyaan, “Kenapa, ya, Linux lambangnya selalu hewan ?” GEDEBRUS !


Tobuciler melirik icon bunglon menggemaskan yang tergambar di banner OpenSUSE. Juga teringat pada icon penguin imut yang menjadi lambang Linux. Menurutmu, kenapa hayo … ?


Link Open SUSE : www.OpenSUSE.org

Open SUSE Indonesia : www.OpenSUSE.or.id


Sundea



Google Twitter FaceBook

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin