-Tobucil, Jumat 13 Februari 2009-
“Oh baby, it ain’t over ‘til it’s over …”
It Ain’t Over ‘Til It’s Over – Lenny Kravitz
“Disimpen di mana, ya ?” tanya Syarif sambil menimang cokelat yang dikemas manis. Dengan galau style-nya yang khas, Syarif hilir mudik di seputar tampuk kekasiran. “Buat siapa emang ?” tanya Tobuciler. “Buat … Yuchan …,” jawab Syarif malu-malu.
Secara resmi, hubungan Syarif dan Yuchan memang sudah berakhir. Namun, keberakhiran itu tampak bersambung ke episode berikutnya. “Abis putus malah lebih enak hubungannya,” Syarif mengakui.
Karena itulah, Valentine ini Syarif mempersiapkan setumpuk kejutan romantis untuk Yuchan. Syarif sudah memesan hadiah maya yang dikirimkan lewat facebook. Sehari sebelum Valentine, Syarif berniat meninggalkan cokelat di seputar tampuk kekasiran agar saat Yuchan datang ke Tobucil pada pagi hari, kejutan itu memberinya semangat kerja. Sementara Yuchan bertugas di Tobucil, Syarif menitipkan bunga kepada saudara kembar Yuchan. “Jadi pas Yuchan pulang dari Tobucil, ada lagi hadiah dari gua,” ujar Syarif dengan mata berbinar. Semua dirancang sesempurna mungkin. Meski Valentine itu Syarif tak dapat hadir karena harus berlatih gitar, ada bagian dari dirinya yang sepanjang hari menyertai Yuchan.
Setelah memaparkan rencananya kepada Tobuciler, Syarif kembali ke permasalahan semula, “Jadi cokelatnya disimpen di mana, nih ? Mana, ya, tempat yang pasti diliat Yuchan ?”
Di kolong ? Harish kurang setuju. “Entar keinjek. Udah gitu Yuchan bakal mikir, ngapain Syarif ngasih cokelat jelek begini ?” Di meja ? “Bisi disemutin,” kata Mbak Upi. Di kotak rokok ? “Entar cokelatnya jadi bau rokok, nggak ?” Syarif ragu.
Hmmm … bagaimana kalau cokelat itu dikirim langsung ke dalam hati Yuchan ? ^_ ~
Let me guess. Harish pasti akan menanggapi dengan suara dimanis-maniskan, “Ooooh … soo shiiit ….”
Bookmark this post: |

0 komentar:
Post a Comment