-Tobucil, Kamis 25 Februari 2009-
Sekitar pukul setengah dua siang, Mas Agus Rakasiwi mendapat telpon ke nomor CDMA-nya, “Halo, Pak Agus ? Ini dengan Agus juga …” Agus yang ternyata tentara militer itu, mengaku menemukan handphone Mas Agus Rakasiwi yang hilang satu malam sebelumnya. Ia pun meminta Mas Agus Rakasiwi datang ke Kantor Polisi Militer untuk mengurusnya.
Kisah kembalinya handphone tersebut ternyata sangat absurt. Menurut cerita Agus Tentara Militer (ATM), tiba-tiba datang seorang lelaki misterius men-drop handphone Mas Agus di Kantor Polisi Militer.
“Saya nemu handphone, Pak …”
“Kok bisa ?”
“Ya … pokoknya nemu aja …”
Setelah dipaksa-paksa, akhirnya lelaki misterius ini mengaku sedang tidur-tiduran di dinding SMA 5 ketika melihat seseorang mencopet handphone dari saku Mas Agus. “Ngapain kamu di situ ?” tanya ATM. “Nyari … bencong, Pak …” Lelaki misterius itu tampak sangat terburu-buru dan ketakutan karena seorang waria ternyata mengejarnya. Maka, tim tentara militer membiarkannya pergi.
Tokoh selanjutnya adalah seorang waria bernama Vonny (bukan nama sebenarnya). “Itu handphone saya, Pak,” ia mengaku. ATM memeriksa phone book handphone yang penuh dengan nomor-nomor wartawan, orang-orang penting, bahkan komandannya. “Kamu dapet dari mana ? Kok di sini ada nomor komandan saya segala ?” tanya ATM.
Vonny pun bercerita. Handphone tersebut didapatkannya dari Ramli (bukan nama sebenarnya), seorang pelanggan. “Dia janji ngasih saya seratus ribu, taunya cuma ngasih sepuluh ribu. Jadi dia ngasih handphone itu,” rengut Vonny. Pada akhirnya, Nokia N-70 tersebut ditahan oleh pihak tentara dan dikembalikan kepada pemiliknya yang sejati, Mas Agus Rakasiwi.
“Tapi terakhirnya ada pesen dari Si Tentara itu,” kata Mas Agus sebelum mengakhiri ceritanya, “Gini dia bilang, ‘Saya sudah menjaga Vonny, sekarang giliran Anda yang mengayominya. Jadi kalau nanti Vonny telpon, tolong diayomi …’ ” JEDENG !
Sekedar mengingatkan, ya, Mas Agus Rakasiwi adalah Ketua Aliansi Jurnalis Independen Bandung. Hmmm … siapa bilang wartawan hanya pencari berita ? Kadang-kadang mereka sendiri justru sangat menarik untuk diberitakan …
Sebenernya pria misterius itu nongkrong di atas tembok untuk nonton Vonny dan Ramli. Tapi pas Vonny naro hp di tembok tempat dia nongkrong, dia jadi tergoda untuk ngambil hp itu. Jadilah dia dikejer-kejer Vonny ... hehehe ...
Bookmark this post: |
1 komentar:
Aduh Kang Agus, deudeuh teuing. He he he. Omat sing ati-ati kana hp komo seueur nomerna mah. Ulah hilapnya ka nomer sim kuring
Post a Comment