Sunday, March 8, 2009

Kisah Payung Kuning dan The Cuankie Man

Tobucil, Kamis 5 Maret 2009-

“Ada yang liat payung aku, nggak ?” tanya Tobuciler sambil mencari-cari payungnya di seputar beranda Tobucil. “Kamu taro di mana ?” tanya Mbak Upi. “Di depan sini,” sahut Tobuciler sambil masih menyusuri beranda seteliti mungkin. “Biasanya ada yang minjem, nanti juga dibalikin, kok,” kata Mbak Upi lagi. Tobuciler menghela nafas. Ia ingin segera pulang dan hujan masih juga turun.

“Payungnya yang mana, Neng ?” tanya Bapak petugas kantor pajak. “Yang kuning, Pak … Bapak liat ?” tanya Tobuciler penuh harap. “Tadi mah liat, tapi … ke mana, ya ? Kok sekarang nggak ada ?” Pak Kantor Pajak malah balik bertanya. Tahu-tahu Adi Marsiella menyambung, “Oh, yang kuning itu payung elu ? Tadi di jalan gua liat dipake sama tukang cuankie …” “Yah !” keluh Tobuciler. Akhirnya ia pulang menembus hujan. Satu-satunya pelindung yang bisa diharapkan hanya jaketnya yang bercapuchon.

-Tobucil, Jumat 6 Maret 2009-

Tobuciler sedang duduk mengetik-ngetik di meja beranda ketika Pak Dadang the cuankie man datang siang itu. “Pak, kemarin pake payung aku, ya?” tanya Tobuciler segera. “Iya, dong, kan udah bilang,” sahut Pak Dadang dengan senyum cerianya yang seakan tanpa dosa. “Kapan bilangnya ? Jangan-jangan bukan ke aku,” kata Tobuciler. “Udah … kok … kemarin …,” Pak Dadang tampak jadi ragu. Yah ! Lupa juga dia !

“Payungnya yang udah rusak itu kan ?” tanya Pak Dadang. Tobuciler mengangguk agak jengkel. “Nih,” ujar Pak Dadang sambil menyodorkan payung kuning berjari-jari hampir patah tersebut. Melihat ekspresi Pak Dadang yang kebajuri-bajurian, kejengkelan Tobuciler mendadak hilang. Tobuciler malah jadi tertawa sendiri. “Eh, Pak, kita foto, yuk, pake payung ini,” ajak Tobuciler. Pak Dadang menyambut hangat.



Dari antara sekian banyak payung yang bergeletakan, kenapa juga Pak Dadang memilih payung kuning Tobuciler, ya?

… saat melihat warna kemasan mie yang dibawanya, Tobuciler jadi agak paham.

Saat menyadari warna keceriaan Pak Dadang yang tanpa batas, Tobuciler jadi sangat paham …

Sundea

Google Twitter FaceBook

2 komentar:

vbi_djenggotten said...

hahahaha...

pak dadang juga sadar skema warna...

duh, sampe sekarang masih blom jelas ama makhluk bernama cuankie...

tobucil said...

Makanya, Mas, main, deh, ke Tobucil, beli cuankie, sekalian kenalan sama Pak Dadang yg ngocol berat itu ... hehehe ...

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin