-Tobucil, Senin 2 Maret 2009-
Klab Nulis
Nissa Mustikawati. Sepanjang sejarah Klab Nulis, alumnus Ilmu Sejarah ini adalah peserta pertama yang berhasil menyelesaikan novel sebagai tugas akhir. Judulnya Perawan Malam, sebuah kisah cinta segitiga antara pemuda bernama Arya Tedja, gadis bernama Sitti Maryam, dan … jin. Wow !
It’s a dream. It’s a love. Tonight.*
Tersebutlah Sitti Maryam yang selalu dihantui mimpi-mimpi buruk. Sitti Maryam merasa ada yang tak beres dengan dirinya. Jadi, pergilah ia ke Bandung Ruqayah Center (BRC), sebuah klinik yang mendasarkan praktiknya pada Al Qur’an dan Sunnah.
Ternyata Sitti Maryam dijatucintai Jin Kasmaran, jin lelaki yang bila dibiarkan dapat menghalangi jodoh. Setelah Jin Kasmaran ditertibkan, cinta Sitti Maryam dan Arya Tedja pun bersatu.
You’re my little indigo girl, indigo eyes, indigo smile*
“Awalnya, target pembaca saya orang-orang indigo umur dua puluh sampai tiga puluh tahunan,” ujar Nissa. Berdasarkan observasinya di BRC, orang-orang seperti Sitti Maryam digolongkan sebagai indigo.
And I saw you crashing in*
Dan berlontaranlah berbagai pertanyaan dari juri maupun pemirsa,
“Bukannya indigo itu aura yang udah dibawa dari lahir ?”
“Saya baru tau kalau kemasukan jin termasuk indigo.”
“Setau saya indigo nggak bisa dihilangkan, yang bisa diubah cuma penerimaannya secara psikologis …”
Sekali lagi Nissa berusaha menjelaskan, bahwa pengertian itu diambilnya dari BRC. Untuk hal tersebut, Mbak Tarlen berkomentar, “Harusnya kamu melakukan interpretasi ulang atas pengetahuan yang kamu dapat, bukan sekedar memindahkannya ke dalam satu halaman …”
Selain mengenai persepsi indigo, novel Nissa ini menuai banyak kritik lainnya. Mulai dari karakter hingga kesinambungan cerita. “Hubungan Arya Tedja – Sitti Maryam dan Jin - Sitti Maryam kerasa nggak koheren,” ujar Mas Paskalis. “Sitti Maryam dan Arya Tedjanya kayak orang yang sama. Kalo nggak dikasih penjelasan abis mereka ngomong, gua nggak tau mana Sitti Maryam, mana Arya Tedja,” kata Tobuciler. “Ini kan tentang alam gaib, mimpi, wah … seharusnya bisa dieksplor banyak banget,” kata Wiku.
Walau bagaimanapun, menulis novel sebagai tugas akhir Klab Nulis adalah sebuah prestasi tersendiri. Nissa berani melangkah sebagai yang perdana, meski merintis selalu punya resiko lebih besar.
… so, Nis, whatever it takes,

You are the queen, tonight …* ^_^
Sundea
*diambil dari lirik lagu “Indigo Girl” – Watershed.
Klab Nulis
Nissa Mustikawati. Sepanjang sejarah Klab Nulis, alumnus Ilmu Sejarah ini adalah peserta pertama yang berhasil menyelesaikan novel sebagai tugas akhir. Judulnya Perawan Malam, sebuah kisah cinta segitiga antara pemuda bernama Arya Tedja, gadis bernama Sitti Maryam, dan … jin. Wow !
It’s a dream. It’s a love. Tonight.*
Tersebutlah Sitti Maryam yang selalu dihantui mimpi-mimpi buruk. Sitti Maryam merasa ada yang tak beres dengan dirinya. Jadi, pergilah ia ke Bandung Ruqayah Center (BRC), sebuah klinik yang mendasarkan praktiknya pada Al Qur’an dan Sunnah.
Ternyata Sitti Maryam dijatucintai Jin Kasmaran, jin lelaki yang bila dibiarkan dapat menghalangi jodoh. Setelah Jin Kasmaran ditertibkan, cinta Sitti Maryam dan Arya Tedja pun bersatu.
You’re my little indigo girl, indigo eyes, indigo smile*
“Awalnya, target pembaca saya orang-orang indigo umur dua puluh sampai tiga puluh tahunan,” ujar Nissa. Berdasarkan observasinya di BRC, orang-orang seperti Sitti Maryam digolongkan sebagai indigo.
And I saw you crashing in*
Dan berlontaranlah berbagai pertanyaan dari juri maupun pemirsa,
“Bukannya indigo itu aura yang udah dibawa dari lahir ?”
“Saya baru tau kalau kemasukan jin termasuk indigo.”
“Setau saya indigo nggak bisa dihilangkan, yang bisa diubah cuma penerimaannya secara psikologis …”
Sekali lagi Nissa berusaha menjelaskan, bahwa pengertian itu diambilnya dari BRC. Untuk hal tersebut, Mbak Tarlen berkomentar, “Harusnya kamu melakukan interpretasi ulang atas pengetahuan yang kamu dapat, bukan sekedar memindahkannya ke dalam satu halaman …”
Selain mengenai persepsi indigo, novel Nissa ini menuai banyak kritik lainnya. Mulai dari karakter hingga kesinambungan cerita. “Hubungan Arya Tedja – Sitti Maryam dan Jin - Sitti Maryam kerasa nggak koheren,” ujar Mas Paskalis. “Sitti Maryam dan Arya Tedjanya kayak orang yang sama. Kalo nggak dikasih penjelasan abis mereka ngomong, gua nggak tau mana Sitti Maryam, mana Arya Tedja,” kata Tobuciler. “Ini kan tentang alam gaib, mimpi, wah … seharusnya bisa dieksplor banyak banget,” kata Wiku.
Walau bagaimanapun, menulis novel sebagai tugas akhir Klab Nulis adalah sebuah prestasi tersendiri. Nissa berani melangkah sebagai yang perdana, meski merintis selalu punya resiko lebih besar.
… so, Nis, whatever it takes,

You are the queen, tonight …* ^_^
Sundea
*diambil dari lirik lagu “Indigo Girl” – Watershed.
Bookmark this post: |
2 komentar:
klo gak salah ada kisah betulan kayak gini...
syereeeem...
Iya, ada betulan, soalnya BRC nya mah ada beneran.
Hiii ... syereeem, yaaa ... saingan cinta tapi sama jin ...
Post a Comment