Sunday, March 15, 2009

Tentang Profesi dan Bekerja


“Semangat kami adalah semangat untuk berbagi.”
Mohammad Syafari Firdaus – penggiat sastra dan teater setempat

Selamat pagi, selamat hari Senin lagi …

Pada hari “kembali bekerja” ini, blog Tobucil hadir dengan tema “profesi”. Ada IBS, mahasiswa informatika yang memilih profesi sebagai penulis, ada dua orang dosen yang mempersiapkan profesi selepas pensiun, ada tukang ketik di Dipati Ukur, ada supir Elf dan ketrampilan menyetirnya yang menakjubkan, dan ada Panda Angkot yang berprofesi sebagai pengamat jalanan.

Profesi seringkali menjadi pertanyaan pertama yang diajukan untuk mengidentifikasi kehidupan seseorang. Ia adalah tolok ukur latar belakang, kepribadian, minat, pergaulan, juga status sosial.

Bekerja adalah roda yang menggerakkan profesi. Ia adalah kegiatan yang menentukan penghasilan, kehidupan, dan keseharian seseorang.

Karena profesi dan bekerja berdegup menjantungi seluruh hidupmu, tentukan yang paling tepat. Bagaimana caranya ? Ini rahasianya : ia menggugahmu untuk terus memaknai dan membagi.

Bekerja adalah sarana untuk “mendapatkan”. Bukankah itu artinya, ia harus menjaga semangtmu untuk terus “mencari” ?

Selamat bekerja, Teman-teman, semoga profesi dan pekerjaanmu membuatmu terus berdegup sehat.
Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Tobuciler


Mas Rangga,
sales bantal yang mencintai profesinya

Google Twitter FaceBook

7 komentar:

mayka risyayatul said...

ehm.. tp d jaman skrg,
nyari kerja itu susah lho..
aplg d indonesia,
kalo mw brhasil, yaa..
hrus kreatif!
*haha*
:D

mynameisnia said...

Betul kata yang diatas, cari kerja itu susah. Setiap tahun, para pengangguran harus bersaing sama fresh graduate.

Ngomong-ngomong tentang pengangguran, saya benar2 merasakan profesi sebagai status sosial. Waktu itu saya pernah jadi pengangguran. Ketika orang bertanya saya bekerja apa tidak, dan ketika saya menjawab tidak, saya merasa ada yang kurang. Rasanya pekerjaan/profesi sudah jadi bagian eksistensi.

Tapi saya salut dengan orang yang cinta dengan pekerjaan atau profesinya. Sepertinya ada nilai lebih bergelut di bidang yang disukai - selain uang - melainkan aktualisasi dan rasa puas. Masalahnya, saya belum merasakan cinta pada pekerjaan saya.

Huhu, jadi curhat. Tengs Tobucil!

Lynn said...

thanks, setidaknya membuat gue akan mencoba untuk mencintai pekerjaan gue sebagai pelajar :)

tobucil said...

@ Mayka & Nia : Iya, sih, cari kerjaan emang susah, makanya postingan ini bermaksud ngasih semangat dan ngajak orang dari awal tau apa yg mereka sebenernya kejer. Biarpun nyari kerjaan itu susah, fokus akan bikin lebih mudah, kok... hehehe ... Semoga berhasil, ya ...

@Nia : Gpp, Ni, curhat ga dilarang, kok ...

@Lynn : Horreeeee ... Tobucil mendukung ...

wonogiri said...

Hmm......

Bagus Sekali Infonya...


n Exis Ya....

tobucil said...

Makasih, ya, Wonogiri ... =D

ToMs said...

jalan2 sore ketemu ilmu nih makasih ...

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin