Sunday, April 5, 2009

Bukan karena Lilin Ulangtahun

 

-Tobucil, Senin 30 Maret 2009-

JREPPP ! Tobucil mendadak gelap. Hari itu ulangtahun Mbak Tarlen. Tak ada pesta kejutan, tak ada lilin yang ditiup, tapi ada yang padam dan berasap.

Sejenak kemudian, Mas Argus Firmansah, wartawan Majalah Arti, keluar dari ruang AJI dengan terminal listrik berbau gosong. Segenap masyarakat Tobucil terbatuk-batuk. Bau asap yang keluar dari terminal listrik sangat menyengat, menusuk sampai ke tenggorokan.

IMG_0285

“Kok bisa, sih ?” tanya Tobuciler. “Terminal itu tidak kuat digunakan untuk daya-daya yang besar. Serat di dalamnya seharusnya digunakan untuk alat-alat yang tidak lebih besar daripada 100 Volt seperti radio, charger … ini kan digunakan untuk CPU, dispenser …,” sahut Mas Argus. “Kalau udah tau, kenapa, atuh, kamu nggak ngasih tau dari dulu ?” protes Mas Frino. “Di terminal ini nggak ada pemberitahuannya, jadi saya kira ini terminal yang mahalan,” Mas Argus membela diri.

Peristiwa itu terjadi begitu cepat. Saat Mas Frino sedang mengagumi kecantikan Marissa Haque dalam foto-foto kampanyenya, Mas Bebeng tiba-tiba melihat asap mengepul, persis di sebelah Mas Frino.

“Frin … Frin …, “ kelu dan panik, Mas Bebeng itu berusaha memperingatkan sahabatnya. Kepanikan itu dilanjutkan dengan inisiatifnya berlari keluar dan mencabut listrik utama Tobucil lalu … JREPPP … padamlah …

“Lah … kenapa bukan terminalnya aja yang dicabut ?” tanya Tobuciler. “Itulah. Sebelum Bebeng nyabut listrik utama, sebenernya terminalnya juga udah dicabut sama Argus, jadi percuma … hehehe,” sahut Mas Frino. Halah …

“Makanya, tolong dihimbau kepada pembaca blog Tobucil, supaya memperhatikan kapasitas kalau membeli terminal listrik. Kadang orang berpikir, terminal yang banyak colokannya itu bagus, padahal, mereka nggak tahu seberapa kuat terminal itu. Banyak kebakaran terjadi karena hal-hal seperti itu,” Mas Argus memaparkan bagai petugas PLN.

Disinyalir, terminal sengaja membuat dirinya berasap karena iri melihat para wartawan yang asyik merokok. Mungkin juga ia ingin merayakan ulangtahun Mbak Tarlen hari itu dan ulangtahun Bandung Lautan Api yang jatuh pada tanggal 23 Maret. Entah. Tidak ada yang tahu pasti, karena tak ada yang bertanya langsung pada si terminal listrik.

Tapi mungkin hujan tahu alasannya. Saat si terminal listrik dionggokkan di beranda Tobucil, air hujan secara dramatis menyongsong asap yang mengepul. Bisa jadi moment itu mereka pakai untuk saling berbagi cerita …

Sundea

terminaldanairujan

Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin