Sunday, May 3, 2009

Kabar Klab Jazz ada di Facebook

Banyak orang bertanya-tanya, 'Memangnya Klab Jazz masih ada ya?' Di edisi khusus ulang tahun, tobucil menampilkan kabar-kabar dari klab-klab yang dulu pernah hadir dan berkegiatan bersama di tobucil.

Joomnimanika dirunut kembali, perjumpaan tobucil dengan Klab Jazz, terjadi sebelum tobucil sendiri ada. Mulanya, Dwi Cahya Yuniman atau yang akrab di panggil mas Niman, bergabung dalam kegiatan Klab Baca di Trimatra Center (tempat pertama yang menjadi rumah bagi Tobucil & Klabs) di tahun 2000. Gagasan untuk membentuk klab bagi para pecinta musik Jazz, sempat muncul pada saat itu. Namun baru tahun 2003, saat Tobucil & Klabs pindah ke Jalan Kyai Gede Utama , mas Niman mulai menseriusi gagasan tadi dan menjadikannya Klab Jazz yang kegiatannya bersinergi dengan Tobucil & Klabs.

Sejak awal kemunculannya, Klab Jazz mendapat sambutan antusias dari para penggemar musik Jazz di Bandung. Selain itu, pergaulan mas Niman dengan para musisi Jazz Bandung maupun dari luar Bandung, membuat Klab Jazz menjadi tempat berkumpul para musisi juga. Dari kumpul-kumpul musisi ini lah, muncul gagasan untuk membuat pertunjukkan kecil di salah satu agenda pertemuan Klab Jazz. Dengan membawa peralatan sendiri dan bermain di tempat yang ala kadarnya di garasi Kyai Gede utama, Klab Jazz mulai membangun image kegiatannya.

Pertunjukkan besar untuk pertama kali hadir di penghujung tahun 2005 2004 lewat acara bertajuk 'Bandung Jazz Statement'. Tak kurang dari grand piano di usung dari salah satu rumah musik, ke halaman belakang Kyai Gede Utama. Penonton yang hadir pun berdesak-desakan ingin menyaksikan acara Klab Jazz yang cukup bersejarah ini.

Sejak itu, kesibukan klab Jazz semakin bertambah. Undangan untuk mengorganisir pertunjukkan jazz pun datang dari mana-mana. Upaya membangun kegiatan berbasis komunitas para pecinta Jazz pun mendapat tantangan baru di tengah derasnya tawaran menyelenggarakan berbagai event.

Kepindahan tobucil & klabs dari Kyai Gede Utama, pada bulan Juni 2007, menjadi momentum bagi klab Jazz untuk menentukan fokus ke depan dari klab yang dikelola secara otonom oleh Mas Niman dan kawan-kawan ini. Klab Jazz tidak mengikuti kepindahan tobucil & klabs ke jalan Aceh 56, namun memutuskan untuk berkomunitas lewat pertunjukkan-pertunjukkan yang diselenggarakannya. "Klab Jazz sekarang itu, kumpul-kumpulnya ya di event. Itu sebabnya kalo di tanya kumpulnya sekarang dimana, aku suka jadi bingung jawabnya," jawab mas Niman yang ditemui tobucil di rumahnya.

Bagi klab Jazz yang kegiatannya sudah berjalan lima tahun ini, ruang pertemuan menjadi sesuatu yang fleksibel dan cair. Karakter komunitas dimana orang yang terlibat berganti dengan cepat, membuat mas Niman sebagai 'kuncen' Klab Jazz, terus menerus beradaptasi dengan 'ruang-ruang' yang ada yang bisa dimanfaatkan oleh Klab Jazz. "Sekarang mungkin belum bisa bikin pertemuan rutin lagi kaya dulu, tapi buat aku, sebenernya kita bisa ketemu di mana aja, termasuk di facebook. Dengan keterbatasan untuk mengelola kegiatannya, facebook malah punya peran penting buat klab Jazz. Kita malah bisa ketemu lebih banyak orang dari banyak tempat," saat ini account Klab Jazz di facebook pun telah memasuki account kedua, karena account pertama sudah penuh, hal ini menunjukkan minat terhadap Klab Jazz masih sangat besar. Lewat facebook inilah, mas Niman, mempublikasikan pertunjukkan-pertunjukkan yang di gagas atau bekerjasama dengan Klab Jazz. "Yang confirm bisa 2000 orang, tapi yang datang ya paling 50 sampai 100 orang, tapi ga masalah dengan mengconfirm saja, menunjukkan bahwa mereka punya perhatian pada apa yang dilakukan klab Jazz," jelas mas Niman lagi.

Karena tulisan ini di buat dalam rangka ulang tahun tobucil, maka tobucil pun menanyakan apa pendapat mas Niman soal tobucil. "Yang jelas, menurutku yang bisa membuat sebuah komunitas itu bisa bertahan adalah sikapnya untuk selalu membuka diri dan tidak dibatasi oleh wilayah saja. Kebersamaan di bangun oleh persamaan visi dan misi. Itu sebabnya, menurutku tobucil itu seperti taman kanak-kanak. Guru-gurunya tetap, murid-muridnya yang berubah dan berganti.Meski tempat berpindah-pindah, tapi yang menurutku fenomenal adalah toebucil lahir dari ide yang tercetus secara spontan, namun ide itu bisa bertahan dan terealisasikan."
Bagi yang penasaran dengan keberadaan klab Jazz sekarang, silahkan add Klab Jazz di face book
Atau bergabung dengan grup Klab Jazz di facebook juga
salah satu aksi klab jazz @ Margo Friday jazz@ Margo Friday Jazz
Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin