Sunday, May 10, 2009

Memaknai Kalimat Ganjil

 

-Tobucil, Senin 4 Mei 2009-

Klab Nulis

Lho ? Ada apa ini ? Kenapa peserta Klab Nulis Angkatan ke-5 berkerumun seperti semut merubung gula ? “Saya bikin game,” kata Ophan Sang Tutor. Hmm … game apakah … ?

sikerumunan

Jadi, setiap peserta Klab Nulis dititah menulis satu kata di sebuah kertas. Selanjutnya mereka semua ditugaskan bermusyawarah menyusun kalimat dari kata-kata yang tersedia. “Ini apa maksudnya ?” “Tulisan toilet mana toilet ?” “Udahlah, ini dianggep nama orang aja …” “Kalo ditanya bilang aja ini nama provider …” terdengar cetusan-cetusan heboh.

Pada akhirnya terangkailah kalimat ini :

“Sekarang aku perempuan lelah mengantuk lawan aturan telepon 3G daun kaca kosong.”

Apa makna kalimat ganjil tersebut ? Setiap peserta memaknai dengan caranya sendiri-sendiri. “Itu artinya kalau nggak 3G nggak ok. Daun kaca kosong nama providernya, ” kata Mas Paskalis. Sementara Mbak Feti membayangkan perempuan yang penat menghadapi pekerjaannya. Gambaran lain seperti kamar yang berantakan, rambut yang acak-acakan, sampai lampu pun ada. “Ini persepsi. Persepsi itu bentuk dari suatu hal yang nyata maupun abstrak menurut seseorang,” kata Ophan.

Setelah “trial mode”, permainan dilakukan sekali lagi. Lalu, inilah kalimat yang keluar :

“Toilet rumah Bintang belum penuh banget bengal tiger masokis tarik pisau langit.”

Hari itu hujan yang turun deras menimbulkan bunyi “Crrrrsss” yang membabi buta. Sound system yang dimaksudkan memperkeras suara Ophan, justru bergerisik lebih bising lagi. Komunikasi pun terpaksa dilakukan setengah berteriak-teriak.

“Pisau langit itu petir !” seru Mas Kalis, kontekstual dengan keadaan.

Teman-teman, apa makna kalimat ganjil yang disusun pasukan Klab Nulis menurut versimu ? Persepsimu diizinkan berkelana liar ke mana saja …

Sundea

Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin