Sunday, May 3, 2009

Menggosipkan Tobucil Bersama Ibunda Tarlen Handayani

 

mainpicDalam rangka ulang tahun Tobucil, sepanjang bulan Mei ini “Teman Tobucil” menghadirkan manusia-manusia behind the scene operasional Tobucil. Sebagai pembuka, pada edisi ini kami menampilkan Mbak Tarlen Handayani, Ibunda dari Tobucil. Pada edisi ulang tahun yang istimewa ini, kami akan habis-habisan menggosipkan Tobucil. Psst … simak, deh …

Tobuciler : Gimana, Bu, rasanya punya anak yang udah umur 8 taun ?

Mbak Tarlen : Senang, karena dia sudah bisa mengatur dirinya sendiri. Kalau anak SD, dia udah kelas 3, udah tau kewajibannya, apa yang dia mau,  udah bisa belajar mandiri …

Tobuciler : Karena ini ulang tahun yang ke-8, coba disebutkan 8 sifat Tobucil yang paling menonjol …

Mbak Tarlen : Tobucil itu … 1. mandiri dalam hal pendirian, tidak mudah terombang-ambing, dia melakukan sesuatu dengan prinsip do it yourself. 2. Playful. 3. Eksploratif. 4. Sedikit moody. 5. Sangat feminin …

Tobuciler : Lho ? Tobucil itu perempuan, toh ? Aku baru tau … hehehe … btw, kalo dia perempuan, kayaknya bentar lagi dia bakal memasuki masa pubertas; apalagi anak-anak, terutama yang perempuan, sekarang kan cepet puber. Sebagai ibu, Mbak Tarlen kuatir, nggak ?

Mbak Tarlen : Nggak, karena dia Pippi Si Kaus Kaki Pajang. Dia punya banyak teman yang akan selalu membantu. Lagipula dia udah tau apa yang dia mau.

Tobuciler : Ok, deh … nah sekarang kita terusin lagi. Tadi baru 5. Yang ke-6 ?

Mbak Tarlen : 6. Terbuka, 7. Dinamis, senantiasa bergerak, 8. Sederhana karena senang melakukan … hal-hal kecil yang sederhana … hehehe …

Tobuciler : Kalo liat sifat-sifatnya, aku jadi inget lagu “Amelia”-nya A.T Mahmud, Mbak “Oh, Amelia, gadis cilik lincah nian …”. Btw, Tobucil temenan, nggak, sama Amelia itu ?

Mbak Tarlen : Temenan, dong, Tobucil temenan sama semua orang yang lincah riang gembira … hehehe …

Tobuciler : Kalo gitu berbakat jadi entertainer, dong, keliatannya. Niat ikut “Idola Cilik ?

Mbak Tarlen : Enggak, Tobucil nggak pernah bercita-cita jadi idola.

Tobuciler : Tapi kalo Tobucil sendiri punya idola, nggak ?

Mbak Tarlen : Idola Tobucil ? Siapa, ya… ? (berpikir). Idolanya Tobucil adalah orang-orang yang suka melakukan hal-hal sederhana, tapi konsisten. Seperti tetesan air yang melubangi batu. Ew … siapa, ya, idola Tobucil ? Tobucil sebetulnya sangat terinsipirasi sama Laura Ingals Wilder di Little House on the Prairie … hehehe …

Tobuciler : Hmmm … begitu. Ngomong-ngomong, Tobucil punya warna kesukaan, nggak ?

Mbak Tarlen : Oranye, karena oranye itu warna yang cerdas dan dinamis.

Tobuciler : Tapi sekarang, kok, catnya ijo ?

Mbak Tarlen : Karena ijo dan oranye kalo dipadukan menghasilkan warna yang segar ; seperti tomat ketemu bawang daun. Seperti salad tanpa saus. Ijonya juga ijo pucuk daun, ijo yang menyegarkan.

Tobuciler : Sekarang soal logo Tobucil. Kenapa rumah ?

Mbak Tarlen : Karena Tobucil itu seperti rumah bagi yang membutuhkannya. Setiap orang bisa memaknai rumah sesuai dengan pengalaman personal mereka dengan Tobucil. Mereka bisa betah di rumah, bisa nggak betah, bisa pundung, bisa pergi … selama dia punya rasa memiliki terhadap Tobucil aja.

Tobuciler : Terus Tobucil kan pindah rumah tiga kali juga, tuh. Dari ketiga tempat itu, apa yang dibawa Tobucil ?

Mbak Tarlen : Di tempat yang pertama, di Trimatra Center, Tobucil belajar terbang. Di tempat yang ke dua, di Kyai Gede Utama, Tobucil belajar membuat sarang. Dan tempat yang ke tiga ini, di Jln. Aceh, Tobucil belajar terbang bebas.

Tobuciler : Ada rencana pindah rumah lagi ?

Mbak Tarlen : Semoga tidak dalam waktu dekat ini. Saya kebayangnya paling nggak sepuluh taunan lagi baru pindah, soalnya tempat ini auranya pas karena bernuansa “rumah nenek” … hehehe …

Tobuciler : Selama delapan tahun ini, apa peristiwa yang jadi turning point Tobucil ?

Mbak Tarlen : Setiap kepindahan Tobucil selalu jadi turning point, soalnya setiap kepindahan selalu membawa semangat yang berbeda.

Tobuciler : Hmmm … tadi kan kita ngomongin 8 sifat Tobucil. Sekarang, apa 8 hal yang dibenci Tobucil ?

Mbak Tarlen : 1. MLM (Multilevel Marketing). 2. Kampanye Partai Politik. 3. Propaganda dan pemaksaan terhadap agama tertentu. 4. Orang yang buang sampah sembarangan di Tobucil. 5. Pemaksaan kehendak. 6. Orang-orang yang tidak siap berpikir terbuka terhadap gagasan-gagasan baru. 7. Tobucil tidak menyukai intel-intel yang berkeliaran dan selalu menaruh curiga di Tobucil lalu bertanya ‘Apakah Tobucil menjual buku-buku anarkis’ ?

Tobuciler : Hahaha … emang ada, ya, Mbak ? Mahasiswa gegar teori gitu aja, kali, itu mah …

Mbak Tarlen : Enggak, beneran terjadi, bapak-bapak, kok …

Tobuciler : Wah … baru tau aku. Terus yang ke delapan apa ?

Mbak Tarlen : Orang-orang yang datang dan berniat mencuri tanaman.

Tobuciler : Hahaha …

Mbak Tarlen : Kamu nggak nanya gimana kalo sewaktu-waktu emaknya Tobucil pergi ninggalin Tobucil ?

Tobuciler : Nah, iya. Gimana, tuh ?

Mbak Tarlen : Emaknya yakin kalau meskipun emaknya jauh, selalu deket di hati. Tobucil bisa tetep tumbuh karena dia udah tau apa yang dia mau. Itulah konsekuensi punya emak yang seneng jalan-jalan … hehehe …oh, iya, emaknya Tobucil juga ingin mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang pernah menjadi bagian dari Tobucil dan ikut membangun Tobucil dengan segala suka dan dan duka, senang dan susah …

Tobuciler : Btw, emang Ibunya Tobucil punya rencana jalan-jalan lagi ?

Mbak Tarlen : (tersenyum sok misterius) Rahasia …

Ingat peribahasa “Kasih Ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah” ? Dengan sedikit improvisasi, tampaknya pepatah ini jadi sangat tepat untuk menggambarkan hubungan Tobucil dan Sang Ibu : “Kasih ibu sepanjang jalan (-jalan), kasih anak sepanjang galah (alias ga lah, ga pa pa, Tobucil kan mandiri)” … hehehehe …

Selamat ulangtahun yang ke-8, Tobucil … sesuai harapan Sang Ibu dan tentunya teman-teman semua, semoga Tobucil tumbuh menjadi dirinya sendiri, menjadi apa yang diinginkan.

Terbanglah sebebas mungkin, Tobucil, buktikan bahwa burung kecil pun dapat menaklukkan laju angin dan luas langit …

Sundea

fototiga

fotodua 

 

Google Twitter FaceBook

1 komentar:

Dindie said...

aku kok nangis ya baca posting ini...serasa pulang ke rumah...:)

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin