Sunday, May 3, 2009

Orens di Mana-mana

 

salamatahari

Pada suatu hari, dari dalem bis, Dea ngeliat kakak-adik lagi lari-larian di pinggir jalan. Si kakak pake sandal orens, adiknya pakai celana orens. Matahari juga warnanya orens.

Sepanjang perjalanan, warna orens jadi banyak sekali. Tenda nasi goreng yang mau dipasang, warnanya orens. Kotak pos, tong sampah, dan petugas kebersihan, orens juga. Ada poster di jalan yang latar belakangnya orens. Beberapa rumah yang Dea lewatin, pagernya orens. Pas Dea liat-liat lagi, mobil orens di jalan juga lumayan banyak. Lucu. Warna mereka mirip wortel di capcay dan sop.

Karena banyak warna orens, Dea jadi ikut orens. Perjalanan hari itu pun jadi perjalanan yang orens. Sebenernya kenapa, ya, hari itu sangat orens ?

Suara yang imajiner tapi nyata bisik-bisik di kuping Dea, “Bukan warna orens yang jadi banyak, Dea, kamu yang milih untuk ngeliat warna orens … “

Suara itu baik dan bersahabat; kayaknya suara Tuhan. Iya, pasti Tuhan. Cuma Tuhan yang sapaannya begitu anget. Kira-kira Tuhan warnanya apa, ya ..? Dari nadanya … kayaknya Dia orens juga … paling nggak saat itu … ^_^

 

Sundea

Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin