Sunday, May 17, 2009

Reinkarnasi Klab Baca Minggu Sore


Apa itu Klab Baca Minggu Sore? Klab Baca Minggu Sore adalah obrolan santai rame-rame membahas bacaan tertentu (bisa novel, komik, roman, cerpen) karya penulis dalam dan luar negeri. Tujuannya sih untuk mengapresiasi bacaan tersebut, lewat obrolan santai di minggu sore. Kita bisa berbagi pengalaman, pendapat, mengenai bacaan tertentu dan menambah wawasan juga pergaulan. Siapa tau banyak hal menarik dari buku tersebut yang bisa diungkapkan lewat pendapat teman-teman yang ikutan di kegiatan ini. Boleh saling berdebat, adu pendapat, yang jelas perbedaan pendapat boleh-boleh saja, malahan bikin acaranya tambah seru dan asyik. Jadi, ayo buruan ikutan! Jangan sampai ketinggalan!

Penjelasan itu tercetak pada brosur promosi Klab Baca minggu sore yang di cetak 7 tahun yang lalu. Saat itu klab baca menjadi identik dengan tobucil. Setiap minggu sore, 5-15 orang berkumpul, membahas buku-buku yang dipilih menjadi tema bahasan. Buku yang pertama kali menjadi bahasan menarik kegiatan Klab Baca adalah Kisah Petualangan Tintin. Mengapa Tintin, karena bagi orang membaca komik yang sangat populer ini. Saat itu tidak ada salahnya memulai dari sesuatu yang sudah dikenal oleh banyak orang. Diskusi pertama cukup seru, karena ternyata 'die hard fans' Tintin, hadir dan saling berbagi komentarnya.

Peminat kegiatan Klab Baca  minggu sore ini sangat beragam. Dari mulai anak SD sampai kakek-kakek. Rentang usia yang beragam ini, disatu sisi menyenangkan, namun di sisi yang lain juga cukup menyulitkan dalam memoderasi. Apalagi kegiatan klab baca minggu sore ini merupakan kegiatan awal tobucil dalam mengembangkan kegiatan reguler bebasis komunitas.

Dinamika kegiatan klab baca minggu sore bisa dibilang turun naik. Seiring dengan bobot bacaan yang makin lama makin berat dan tersaringnya peserta yang hadir, kegiatan ini menghadapi masalah yang menurutku sangat besar: 99% orang yang datang, belum membaca buku yang di dibahas pada saat itu. Sehingga diskusi menjadi mandeg, karena moderator akhirnya bermonolog dan yang lain hanya mendengarkan saja.

Saat pindah ke Kyai Gede Utama, klab baca ini sempat divakumkan untuk menemukan pendekatan yang tepat dalam mengatasi masalah besar tadi. Akhirnya setelah vakum hampir 1.5 tahun (2003-2005), pertengahan 2005, kegiatan ini dimulai kembali dengan menghadirkan pendekatan yang bebeda: Klab baca online lewat Yahoo Messanger. Setiap senin, pk. 15.00 - 17.00 siapapun bisa bergabung dan ikut berdiskusi online yang berhubungan dengan tema. Selain itu, tema yang dipilih pun lebih kepada tema umum seputar dunia literer dan tidak lagi spesifik berhubungan dengan buku. Misalnya: Bacaan anak. Jadi pembicaraan bisa meluas dan orang tidak perlu membaca buku pun, masih bisa ikut berdiskusi. Kegiatan ini berjalan kurang lebih satu tahun. Lama- kelamaan penyakit lama muncul lagi. Peserta diskusi tidak berkembang karena hanya itu-itu saja dan pembicaraan mulai 'out of control'. Akhirnya kegiatan ini kembali vakum.

Kini setelah di jalan Aceh dan seiring dengan reposisi tobucil- klab baca menjadi tobucil & klabs, kegiatan klab baca, coba di maknai dengan lebih luas lagi. Kegiatan diskusi, bedah buku, sharing pengalaman kreatif, atau mendiskusikan tema-tema tertentu yang mengusung spirit klab baca pada awalnya: berbagi pengalaman dan pengetahuan, menerima dan menghargai perbedaan, justru menjadi roh dari setiap kegiatan klabs yang ada di tobucil.

Jadi jika ditanya, apakah klab baca minggu sore akan hadir kembali, jawabannya, spirit klab baca minggu sore selalu hadir menemani di setiap kegiatan klabs yang ada di tobucil. Namun kegiatan kongkrit yang akan di hadirkan kembali dengan semangat klab baca minggu sore adalah halaman forum yang akan di hadirkan di blog tobucil di awal Juni mendatang.
Tunggu saja.
Salam literasi :)
Tarlen
croppedresized
Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin