-Tobucil, Jumat 05 Juni 2009-
Gelak tawa renyah terdengar dari seputar tampuk kekasiran Tobucil. Ada apa gerangan ?
“Nggak ada apa-apa, sih, sebenernya,” sahut Mbak Elin. “Tadi kan Mega nanya, kalo orang bayarnya kurang gimana. Jadi pas Alwan mau bayar, saya nyamper ke kasir. Pas saya gini (mengusap rambut), Alwan juga. Terus teh urang jiga nu ngaca, ya, (saya seperti yang bercermin, ya) sama Alwan. Udah. Cuma gitu, kok,” papar Mbak Elin. “Kok pas diceritain nggak lucu, ya ? Padahal tadi ketawanya girang banget …,” tanggap Tobuciler. “Iya, da tadi mah Alwan cuma grogi karena ada Mega. Hehehe …,” ujar Mbak Elin.
Siapa Mega ?
Bukan, dia bukan kandidat presiden R.I yang kini bersanding dengan Prabowo. Mega adalah gadis manis pengganti Moel dan Yuchan yang cuti serempak. Sebelum resmi bertugas di akhir pekan, Jumat itu Mbak Elin men-training Mega. Mega yang baru lulus SMU dan mengaku sedang punya banyak waktu senggang sudah muncul di Tobucil sejak pagi hari.
Telpon Tobucil berdering.
“Nah, kalo ada telpon, kamu yang ngangkat,” Mbak Elin menginstruksikan. “Bilangnya apa ?” tanya Mega. “Tobucil, selamat … selamat … selamat ulang tahun !” sahut Mbak Elin asal. Mega pun bergegas menghampiri telpon dan mengangkatnya.
“Halo, Tobucil, selamat siang …,” sapa Mega dengan suaranya yang lembut seperti es krim.
Tobuciler menyeringai. Untung kali itu Mega tidak patuh-patuh amat pada instruksi atasan … hehehe …
Bookmark this post: |
0 komentar:
Post a Comment