-Tobucil, Jumat 3 Juli 2009-
“There are flowers everywhere, for those who bother to look”
“Rudiiii ! Rudiiii ! Eta eta kumbangna (itu itu kumbangnya) !!!” Mbak Elin, manager Tobucil menjerit-jerit histeris. Seekor kumbang gendut melayang-layang di kemungilan Tobucil. Ia mampir di rak souvenir, lalu terbang ke ruang belakang. Ia mampir di meja Mbak Tarlen, lalu menghampiri meja Mbak Elin. “Mamaaaaa !!!” Mbak Elin merapat ke tembok dengan ketakutan.
Mungkin kumbang itu mengira Tobucil ini taman bunga. Selain karena temboknya yang hijau, dalam kemungilan Tobucil pun ada banyak sekali bunga-bunga artifisial seperti :
tatakan catatan-catatan Tobucil
kancing tas
motif tas
“Bzzzzz ….,” dengung Si Kumbang saat melintas di dekat kepala Mbak Elin. “Rudiiiii …. !” dengan panik Mbak Elin memanggil-manggil nama Rudy. Bagai ksatria berkuda, Rudy datang. Dengan gagah perkasa ia menggiring si kumbang keluar dari kemungilan Tobucil. “Udah, Mbak, kumbangnya udah di luar,” lapor Rudy setelah menunaikan tugasnya. Mbak Elin menarik nafas lega.
Tahu-tahu … dari arah meja Mbak Tarlen terdengar suara “bzzz bzzzz” lagi. Mbak Elin yang baru menarik nafas lega tampak tegang kembali, “Aya keneh, nya ? Eta … aya keneh nya … ? (Ada lagi, ya ? Itu … ada lagi, ya ?)” Suara “bzzzz” terbit makin jelas. Perlahan namun pasti, seekor kumbang lain muncul dari sekitar meja Mbak Tarlen.
“Bzzzz … bzzz … bzzzz …”
dan musik thriller membahana. Di kepala Mbak Elin.
Mbak Elin yang panik
Menemukan obyek menarik di Tobucil ? Segera potret dan kirim ke tobucil@gmail.com. Sertakan pula foto diri dan biodata singkatmu. Kami tunggu, ya …
Bookmark this post: |
0 komentar:
Post a Comment