Dalam periodisasi musik klasik, alkisah ada yang dinamakan periode Romantik. Apakah gerangan? Yakni era di sekitar akhir abad ke-18 di Barat, yang mana komponis musiknya rajin melahirkan karya yang mengedepankan faktor emosi dan dinamika, alih-alih harmoni kompleks dan keteraturan. Beethoven, Paganini, Tchaikovsky, dan Tarrega adalah contohnya. Menarik nampaknya yah, dan apakah itu topik diskusi dan performa KlabKlassik minggu kemarin? Bukan, bukan, begini ceritanya.
KlabKlassik kemarin yang hadir ada tujuh orang. Setelah Ririungan Gitar Bandung bubar karena memang waktunya bubar, maka waktu jam tiga sore adalah kumpul-kumpul KlabKlassik. Begini lagi ceritanya, mundur sedikit: kenapa ada Ririungan Gitar Bandung dan ada KlabKlassik? Padahal orangnya seputar itu-itu juga? Karena KlabKlassik, konon, sering diidentikkan dengan komunitas gitar. Padahal stereotip itu tidak sepenuhnya tepat, karena KlabKlassik adalah komunitas musik klasik yang umum. Maka dipisahkanlah itu komunitas gitar, dan KlabKlassik adalah wadah bagi pecinta musik klasik yang umum, tak terbatas pada gitar saja.
Maka itu, tak heran jika pada saat KlabKlassik berkumpul, mulai berdatangan orang-orang yang membawa biola ataupun cello, pokoknya instrumen non-gitar lah, meski belum ada yang pernah membawa piano. Hari itu ada Rama D’Java, Afifa, dan Azisa yang membawanya. Memang, Tobuciler ada rencana berlatih bersama Afifa dan Azisa, karena malam harinya akan tampil di kawinan. Rama? Dia awalnya ingin nyontreng di pilpres saja, tapi kemudian terdampar di KlabKlassik. Walhasil, berlatihlah kami sekalian menghibur suasana Tobucil yang bermuram durja karena sebagian besar awaknya pergi ke Jakarta untuk merajut. Dimainkanlah lagu-lagu yang bertemakan Romantik. Tchaikovsky-kah? Beethoven-kah? Rossini-kah? Bukan, bukan, melainkan Afghan, Krisdayanti, Padi, Sheila on 7, dan kawan-kawan. Bisakah lagu-lagu itu disebut karya Romantik? Bisa, karena jika mengacu pada buku yang Tobuciler pakai yang berjudul Romantic Guitar, maka jelaslah cocok. Rama berceloteh, ”Ini KlabKlassik cocok banget dengan tema Romantik... hahahaha... ” Kami cuek saja dan terus bermain sambil ketawa-ketiwi –sibuk mendefinisi-, padahal mungkin mestinya tak peduli: mau ini klasik, mau tidak, mau romantik, mau barok, mau pop, tidakkah musik itu yang penting asik?
Bookmark this post: |
1 komentar:
"ami cuek saja dan terus bermain sambil ketawa-ketiwi –sibuk mendefinisi-, padahal mungkin mestinya tak peduli: mau ini klasik, mau tidak, mau romantik, mau barok, mau pop, tidakkah musik itu yang penting asik?"
Setuju, Raf ... =D
Klassik.Musik.Romantik.Asik.
Berrimik, tuhik ... (biar berrima)
Post a Comment