Sunday, August 2, 2009

Membingkai Cerita Evy dan Rudy

 

-Tobucil, Senin 27 Juli 2009-

Klab Nulis

Setelah sepanjang siang sibuk mengedit tulisannya, sore itu Rudy mempertanggungjawabkan karyanya di sidang tertutup Klab Nulis. “Sebenernya banyak, sih, yang tadi diedit, tapi kayaknya salah juga,” kata Rudy dengan galau style-nya yang khas.

Maka mulailah Rudy mempresentasikan cerpennya. Terkisah Chacha, gadis kecil yang terus menerus mempertanyakan dari mana ia lahir. Chacha tak kunjung mendapat jawaban yang memuaskan, hingga di akhir kisah, guru sekolah Chacha memberikan jawaban. Sang guru tidak memberi jawaban yang sesungguhnya karena beranggapan Chacha masih terlalu kecil untuk paham. Namun, agar Chacha tidak menyebarkan jawaban yang dikarangnya itu, dengan gaya jenaka ia mengajak Chacha merahasiakannya.

“Untuk siapa segmen cerita ini ?” tanya Ophan. Setelah menyimak dengan serius, Ophan bingung mengira-ngira untuk anak-anak atau orangtuakah sebetulnya cerpen tersebut dibuat. Dan ternyata jawaban Rudy : “Untuk remaja.” DWEWEWEWEW …. !!!!

Maka Ophan dan Wikupedia bergantian menjelaskan mengenai teknik membingkai sebuah cerita, menentukan dan konsisten pada ideologi yang disampaikan, mengenal betul tokohnya hingga tidak terjadi kerancuan. “Di sini sudut pandangnya nggak jelas, (Chacha-nya) kadang kayak anak-anak, kadang kayak orang dewasa juga,” kritik Wiku. Kali itu, ganti Rudy yang mendengarkan dengan serius.

Penampil selanjutnya adalah Evy. Peserta Klab Nulis yang pada angkatan lalu cerpennya terpilih sebagai cerpen terbaik tersebut, kali itu tampil dengan cerpen berjudul “Ritus Sungai”.

Evy berkisah mengenai barang-barang yang dibuang ke sungai setelah tidak lagi terpakai. Meski memahami ketakberdayaannya, barang-barang tersebut marah dan menggugat manusia yang sempat menjadi tuannya. “Ada tiga nilai yang ingin saya bawa ; ketidakramahan, kepedulian, dan kelahiran. Yang paling dominan kepedulian, yaitu masa ketika benda merasa dimiliki,”papar Evy.

“Kalau kamu bilang ada tiga nilai yang ingin kamu bawa, kamu akan kerepotan menemukan fokus,” Ophan memberi masukan. Pada akhirnya, seperti pada Rudy, Ophan dan Wiku mengingatkan Evy untuk membingkai cerita dan memahami ideologi yang ingin disampaikan secara lebih fokus.

Hmmm … sebetulnya bagaimana, sih, tips membingkai cerita ? Ini dia :

  1. Gunakan imajinasi dan rasa
  2. Eksplor cerita dengan gaya bahasa, permainan alur, dan karakter (semua hal tersebut berkaitan erat dengan kemampuan naratif).
  3. Banyak mengamati dan berlatih menempatkan diri dalam berbagai karakter dan situasi.
  4. Fokus pada ideologi dan pesan yang ingin disampaikan

Sundea

Kedua dewan juri mendengarkan

Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin