If you want to be understood – listen
-Alejandro Gonzales Innaritu , “Babel”-
Menurut Descartes, manusia ada karena berpikir. Di kemudian hari, Husserl melengkapi, “Tidak ada manusia yang hanya berpikir. Mereka perlu memikirkan sesuatu”. Setiap kita butuh obyek di luar diri untuk memahami keberadaan kita sendiri.
Mendengar adalah menerima adanya realitas di luar kita, tapi mendengar (kan) adalah menemukan diri kita dalam kesemestaan realitas tersebut. Kita ada pada suara burung yang bercericau, juga pada deru mesin dan klakson mobil. Kita ada pada nyanyian pengamen di pinggir jalan, juga pada lagu yang berkumandang di mall dan kafe. Kita ada pada tawa orang lain yang raya, pun pada tangis orang lain yang duka. Kita ada pada teman yang berbagi cerita bahagia, pun pada teman yang membagi kesedihannya.
Mendengarkan adalah memahami realitas sebagai serangkaian obyek yang dialami. Di sanalah kita menemukan kejejakan berdiri sebagai subyek dan obyek sekaligus.
Minggu ini, blog Tobucil menyajikan serangkaian posting yang berkait dengan “mendengarkan”. Ada R.E Hartanto yang mendengarkan kesunyian, ada album Hertx Dyslexia dari The S.I.G.I.T di “Rak Tobucil”, ada teman dan tutor Klab Nulis dewasa maupun anak yang saling mendengarkan, ada komputer Tobucil yang meninggal setelah mendengarkan percakapan Mbak Tarlen dan Mbak Elin, ada yang mempertanyakan cara mendengarkan musik dalam “offclinic”, ada posting “Mendengarkan Penonton Kecewa” di rubrik “oleh-oleh”, serta ada Sundea yang mendengarkan “burung cihuy-cihuy” berkicau di pagi hari.
Teman-teman, mari tak sekedar pasang telinga …
Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Tobuciler
Nb : Blog hari ini diposting pada tanggal 3. Bukankah angka 3 mirip dengan telinga ?
Bookmark this post: |
3 komentar:
pertama...!
Organ tubuh yg tetap berfungsi saat kita sakratulmaut adalah Telinga/pendengaran
thanks, n slam peace bro...:)
:3 hehehe
saya suka quotenya! :)
oke!!! ag akan mendengarkan orang lain mulai sekarang...
"mendengar", kalo diucapin sering2 kok kedengeran keren ya...
Post a Comment