-Tobucil, Kamis 30 Juli 2009-
Vitamin [A]rt
Perempuan bahenol ala komik Petruk-Gareng mengguncang-guncang seorang lelaki. Tulisan ASADARA (A, sadar, A atau Asa Dara ?) dengan tipografi mirip sticker angkot terpampang di atas gambar. Penggarapnya adalah Amenk Mufti Priyanka. Ketika salah satu peserta diskusi mempertanyakan apakah orang-orang di luar tatar Sunda bisa menikmati karyanya, dengan percaya diri Amenk menjawab, “Sekali-sekali mereka yang belajar, dong, jangan kita aja …”
Amenk presentasi
Vitamin [A]rt hari itu menghadirkan dua seniman yang membuat hadirin tertawa sampai mau mati. Ada Amenk yang dengan jeli menangkap gaya humor lokal ; mulai dari gambar, bahasa, tipografi, keseharian, sampai karakter masyarakatnya dan ada Yusuf Ismail alias Ucup dan video-video parodinya. Kedua seniman ini berkarya seperti main-main saja, tapi ada sesuatu yang tidak main-main yang tumbuh bersama karya tersebut.
“Romantikaku Bersama Lisda”, salah satu karya Amenk
“Karya-karya Amenk mengingatkan saya pada karya Raymond Pettibon, cuma menurut saya Amenk berhasil mengkonteks teks yang picisan dan melankoli khas lokal. Nggak semua orang bisa begitu,” puji Mbak Tarlen. Sementara Ucup menyampaikan kritik-kritik terhadap seni rupa dalam video-videonya. Merespon fenomena “SMS Reg”, Ucup menampilkan kurator-kurator yang seakan-akan menjual jasanya melalui media sms tersebut. Ada Rifky Efendi (Goro), Agung Djenong, dan Asmudjo Irianto. “Ketik reg spasi senirupakontemporer, apapun bisa,” ujar Asmudjo tengil-tengil persuatif.
Kritik lainnya hadir dalam video yang menampilkan Ucup di-wax. Bukan sembarang wax, kertas yang digunakan untuk me-wax bulu-bulu kaki Ucup ditulisi konsep-konsep serius seperti “Orisinalitas”, “Doktrin Akademik”, “Komitmen Sosial”, dan tulisan-tulisan “seram” lainnya. “Yang ini, sih, serius, nggak lucu,” Ucup berkomentar mengenai karyanya yang satu itu. Padahal penonton tetap tergelak-gelak melihat adegan penge-wax-an yang dagelan dan teman-teman penge-wax yang tampak girang karena berkesempatan “menyiksa” Ucup …. hihihi …
Psst … berikut ini adalah tips-tips menge-wax ala Ucup. Penjabaran ini disistematisasi Tobuciler dari obrolan di YM yang sesungguhnya berkembang biak ke mana-mana :
- Metode yang digunakan dalam menge-wax adalah metode ilmiah, metode pembelajaran diri, dan metode underground. Jika dipaparkan menjadi :
- Pertama
- Ke dua
- Ke tiga
- Ke empat
- (capek)
- Ke lima
- Ke enam …
-
- Jika disangkutpautkan (dengan buah-buahan) kegiatan menge-wax gue ini erat berkaitan dengan rambutanisme. Bukan dengan cau (pisang) karena cau itu tidak berbulu maupun berrambut.
- Tentukan obyek yang tepat. Obyek harus sesuai dengan konsepnya, maka jangan pilih obyek yang tidak berbulu. Masa iya mau nyukur bulu malah milih tiang listrik untuk dicukur ?
- Bahan pedukungnya adalah madu dan caramel, kain atau bahan yang sering digunakan untuk temporary kolor, dan obyek itu sendiri. Obyek kan bahan juga, bahan eksplorasi.
- Cara membuat cairan penge-wax : madu dan caramel digabung dalam satu kesatuan, disiram air panas, diaduk-aduk, dikuwel-kuwel, dijilat-dijilat (soalnya enak), bisa dijadiin selai roti juga kalau mau. Tapi kalau malas bisa dibeli, kok, di toko kosmetik. Yang dari toko kosmetik bisa dimakan juga karena pada intinya semua yang ada di toko kosmetik bisa dimakan, tergantung kitanya aja siap apa enggak.
- Setelah semua bahan siap, oleskan cairan penge-wax, tempel temporary kolor pada bagian yang ingin di-wax dan GRBBBB ! AWWWW !!!!!!!!!
foto-foto lengkap Vitamin [A]rt bisa dilihat di sini
Bookmark this post: |

0 komentar:
Post a Comment