Monday, August 10, 2009

Yang Hilang Akan Kembali Dalam Wujud Yang Berbeda

Beberapa tahun lalu, Sudea pernah menghibur saya dengan mengirimkan SMS ini pada saya ".. percaya mba, yang hilang itu selalu akan kembali dalam wujud yang berbeda.." saat itu saya sedang berjuang mengatasi kehilangan bapak. Sekarang saya mengirimkan apa yang pernah Sundea kirim untuk menyemangati saat ia menjaga ayah tercintanya yang sedang sakit dan menjadikannya judul editorial di minggu ini.

Pastinya, isi blog tobucil minggu ini akan terasa sedikit berbeda, selain terlambat terbit :D juga karena saya menggantikan tugas Sundea menulis dan mengupdate blog tobucil. Soal kehilangan ini sebenarnya pernah di bicarakan di blog tobucil (link), tapi saat ini rasanya saya ingin kembali membicarakannya.

Dalam minggu ini, Papahnya Sundea kehilangan kesehatannya dan terbaring di Rumah Sakit, kecerahan matahari di wajah Sundea berganti mendung untuk sementara. Teman saya kehilangan ayahnya si penyair burung merak itu. Teman yang lain, menyampaikan berita duka, bahwa ia kehilangan setengah jam mengajarnya di Kampus tempat di bekerja sebagai dosen, padahal saya tau dia sangat berdedikasi pada pekerjaannya. Itu kehilangan yang dialami orang-orang yang saya kenal. Belum lagi, kejadian tabrakan kereta Api di Bogor yang kalah heboh dengan berita kematian mbah Surip. Semua itu menyadarkan saya bahwa kehilangan sangat dekat dan bisa datang kapanpun dan kita seringkali menganggap yang hilang itu teramat berharga, justru pada saat semuanya sudah benar-benar hilang. Juga kehilangan bisa menjadi hal yang diratapi terus menerus, tapi juga bisa terlupakan sama sekali.

Namun benarkah yang hilang benar-benar hilang? atau dia akan kembali dalam wujud dan rasa yang berbeda? Seperti kata-kata yang Sundea, saya menyakini yang hilang akan kembali dalam wujud yang bebeda, karena saya meyakini itu bagian dari hukum kekekalan energi. Energi tidak pernah bisa dimusnahkan, tapi berubah bentuk. Seperti juga Morpheus yang percaya bahwa 'everything change, but nothing really lost..'. Seperti apa perubahan bentuk itu, sebenarnya kita sendiri yang menentukannya. Kita yang memutuskan apakah rongga-rongga dalam hati akibat kehilangan itu, akan kembali kita isi, ataukah akan kita biarkan menganga terus menerus dan meruntuhkan bangun diri kita?

Kehilangan memang tidak pernah menyenangkan, tapi seringkali kita lupa, bahwa kita merasakan banyak sekali kesenangan, ketika menemukan kembali. Perasaan senang itu ketika kita kumpulkan tanpa disadari kembali mengisi rongga-rongga kehilangan. Kehilangan dan menemukan itu seperti proses menyusun kembali kepingan-kepingan yang tersisa dan merangkainya kembali menjadi selimut "patchwork" aneka bentuk aneka warna, menyatukan dan mengutuhkannya kembali. Meski tersusun dari kepingan-kepingan, ia tetap bisa menghangatkan, mengisi dan menutup rongga-rongga kehilangan itu.

Kita di bentuk oleh kehilangan itu sendiri...


salam hangat,
Selamat menemukan kembali yang hilang itu..

vitarlenology


P.S: Lekas sembuh ya Om Jim, biar matahari di wajah putrimu kembali bersinar cerah..


Google Twitter FaceBook

6 komentar:

Devi said...

Dea, hanya bisa mendoakan dari jauh ya...Semoga papa cepet sembuh. XOXO...

Sundea said...

Woaaa ... terharu ... hiks-hiks .. terima kasih, ya ...

Papa udah pulang dari rumah sakit, kok. Makasih banyak buat doa dan dukungannya, ya ... ^_^

Sundea said...

Oh, iya, buat Mba Tarlen dan temen2 lain yg udah nge-cover-in blog minggu ini, makasih banyak ya ... it means a lottt ...

vitarlenology said...

sama-sama dea.. :)

blueismycolour said...

Salam kenal semua...
Setuju bgt mbak!
walau yang hilang ga mungkin kembali,tapi sesuatu yang hilang akan kembali dengan wujud yang berbeda..
coolz..

Buat Sundea:
Saya ikutan mendoakn kesembuhan bokap! ^^

tobucil said...

@blueismycolour : Salam kenal juga ... =D

Makasih buat doanya, ya (kata Dea)

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin