Sunday, September 13, 2009

Cantik

-Sky FM, Rabu, 090909-

Theo’s Book Review

“tE..bnerN tar da Dewi Lestari..??SNENG BGT..y ampun SnEng bgt,,keren..keren..bo jd g sabar hehehe….”

-sms dari rEinA, +62899xxxxx-

Ya, teman-teman. Siaran hari itu cukup istimewa. Selain karena jatuh pada tanggal 09-09-09, kami pun membahas 11 : 11, Buku Rectoverso yang berisi 11 cerita dan punya 11 soundtrack juga. Tak tanggung-tanggung kami menelpon Dee sendiri untuk menjawab pertanyaan teman-teman yang dikirim via sms. “Meskipun sekarang Dee udah punya Perahu Kertas, kita mbahas Rectoverso. Nggak apa-apa, Dhey, kita kan nggak ngikutin trend … hehehehe,” seloroh Theoresia Rumthe, penyiar “Theo’s Books Review”.

Karena Rectoverso adalah buku yang cantik, topik sms pun berada di seputar persepsi kecantikan. Ternyata, ada banyak sekali peng-sms yang setuju bahwa cantik jiwa sangat penting. “Cantik jiwa berawal dari pikiran yang suci,” tulis Nadya. Cucu Sudana pun berpendapat, “klo cantik jiwa ga ada rasa iri, yang ada bahagia melihat orang lain bahagia …”

Cantik adalah sesuatu yang menyeluruh sifatnya. Ketika ditanya karya tulis yang bagus (mungkin bisa juga dimaknai sebagai karya yang cantik) menurut Dee, Dee menjawab, “Menurut saya … karya yang menggerakkan hati saya. Agak abstrak memang.” Betapa kecantikan itu tak hanya sesuatu yang kasat mata, tapi juga yang terbaca mata hati.

Siaran hari itu berlangsung cukup seru. Dee yang sedang hamil, tetap bersemangat membagi pengalamannya menulis Rectoverso. Mengenai inspirasi cerpen “Hanya Isyarat” yang menjadi favorit Theo dan Tobuciler, ia berkata, “Idenya dateng gitu aja.” Menurut Dee, hal itu umum dialami setiap orang. Perasaan jatuh cinta. Keterbatasan. Hingga mengagumi diam-diam seperti orang yang selalu menatap dari belakang saja.

Setelah siaran ditutup, Theo memperkenalkan komputer baru Sky FM kepada Tobuciler. “Gua seneng sama komputer ini. Soalnya dia lebar banget. Gua jadi ngerasa dipeluk sama dia,” kata Theo.

Tobuciler menatap layar komputer yang persegi panjang. Sebetulnya … bentuknya membuat tulisan dan gambar-gambar di layar tampak tertarik-tarik. Tapi … tidak apa-apa juga, sih, kalau dipikir-pikir kelebarannya memang seperti tangan yang selalu terentang luas untuk memeluk siapapun yang ada di hadapannya. Tobuciler tersenyum.

Komputer yang duduk di ruang siaran sambil menatap kami sesungguhnya cantik dalam kediam-diamannya. Hatinya selalu lapang untuk setiap cerita …

Sundea

 

IMG_1134

Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin