Sunday, September 6, 2009

Jarum Neraka

kaksyaraf asuhan : Kak Syaraf Maulini





Pertanyaan dari Nicky Astria Wannabe (via SMS dari neraka langsung katanya):

Halo Kak, pertanyaan saya singkat, padat, dan tidak terpercaya. Apa pendapat Kakak soal lagu Jarum Neraka-nya Nicky Astria?

Jawaban dari Kak Syaraf (bukan dari surga):

Hai, hmmmm, dipanggil apa ya kamu ini? Oke, halo, Nicky Astria (kependekan dari Nicky Astria dari Neraka), sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena sudah bersedia menjadi wakil kami di neraka. Dengan demikian, kami-kami ini jadi merasa lebih lega dalam memasuki surga. Kami doakan agar dosa-dosamu diampuni Tuhan. Tapi kalau diampuni, tidak jadi masuk neraka dong? Jadi kami tak mewakilkan siapa-siapa di neraka dong? Seharusnya kamu ngerti betapa susahnya mendoakanmu meski kamu orang yang baik.

Oke, biar orang-orang tidak mencapmu sebagai pendusta belaka, saya akan coba cantumkan lirik si Jarum Neraka (tapi kalau kau orang jujur, pasti mengirim SMS dari surga):

Jarum jarum setan menghujam urat nadi
Wajahmu memucat darah membeku lagi
Kini kuterpaksa namun kutak kuasa
Dirimu terancam dalam bahaya
Jarum jarum setan bisa mencabut nyawa
Bila kau coba berhenti memakainya
Tanpa kau sadari tanpa engkau rasakan
kau bunuh dirimu secara perlahan
Tak seorangpun yang bisa bikin
Engkau berhenti
Bila kau mau yang bisa hanya
Dirimu, dirimu sendiri
Jiwamu selalu dalam bahaya
Terancam setan jarum neraka
Jiwamu terancam dalam bahaya
Terancam setan jarum neraka
Jarum neraka

Betul itu di atas adalah lagu Jarum Neraka yang saya ambil dari Kapanlagi.com, bukan sari tilawah surat Al-Jin atau Al-Hujuraat. Oke pendapat saya? Bagus. Ini setidaknya menunjukkan, neraka tak cuma identik dengan api dan setrika raksasa. Hehe setrika raksasa? Saya akan bahas dulu kenapa saya berkata demikian: alkisah di kala SD, saya adalah peminum. Minumnya teh botol. Si mang yang biasa jualan teh botol mendadak tak lagi jualan teh botol. Alasannya, karena Ramadhan. Jadi, kalau saya haus gimana, Mang? Ya tahan atuh, kan puasa. Jadinya entah bagaimana menyambungkannya, si mang menyodorkan buku-buku berwarna, judulnya Neraka. Isinya tentang gambar orang disiksa di neraka, salah satunya dengan setrika raksasa. Setrikanya persis dengan yang dipakai ibu saya buat nyetrika, maka itu saya berani bilang itu setrika.

Lirik di atas sungguh bagus, membuat saya menuduh si mang telah menjual buku-buku yang tidak jujur. Dari Jarum Neraka, saya tahu –sesuatu yang tidak diceritakan di buku-, bahwa di neraka juga ada pelajaran PKK = Persalinan yang menyebabkan kelahiran seorang anak yang kelak mendirikan sebuah mata pelajaran yang penting bagi khalayak SD/SMP/SMA yakni pendidikan Ketrampilan dan Kerajinan.

Analisis:

Coba tengok bait pertama, pastilah teks itu dibikin oleh pembuat kurikulum PKK yang hebatnya setara Mba Upik. Karena dengan bermodalkan tusuk jelujur dan tikam jejak, ia mampu membuat wajah pucat. Bait kedua pun luar biasa, Mba Upik sepertinya mesti mengakui kekalahannya. Ketika jarum ditusuk dan dicabut, pasti benanglah yang ikut bersamanya, alih-alih nyawa. Hebat yah? Bait ketiga ini Mba Upik bisa tertawa lega, karena jarum dimanapun, mau di bumi, mau di neraka, tetap yang bisa bikin berhenti hanyalah kita sendiri. Bait keempat sungguh keren, tapi menurut saya udahlah, gak usah dibahas, karena siapa coba yang mau masuk neraka, meskipun ada pelajaran PKK disana.

Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin