Sunday, September 13, 2009

Pagi

“Lose an hour in the morning, and you will be all day hunting for it”

-Richard Whately-

Seperti lima tahun pertama hidup manusia menurut Sigmund Freud, pagi adalah masa anak-anak yang penting. Apa yang diterima pagi akan melandasi perjalanannya melingkar utuh sepanjang hari;  berlari-lari bersama jarum jam yang tunduk pada waktu kronos.

Seperti mata anak-anak, matahari pagihari bersih dan lugu. Ia belum belajar menyerang dan memberang. Ia menakjubi dunia yang mulai bergerak serta menatap kamu dan saya dengan cinta yang masih baru; meminta kita mengisinya dengan hal baik yang akan jadi pegangannya bertumbuh dewasa.

Minggu ini blog Tobucil diupload pagi-pagi dan bercerita mengenai pagi dari segala segi. Ada obrolan dengan Citra alias Ita mengenai pagi hari, ada Dian yang menjadi “pagi” di antara teman-teman Klab Hobi, ada Tuhan yang seakan naik sepeda mengantar susu setiap pagi, ada murid-murid BPK International yang berkunjung ke Tobucil pada pagi hari, ada CD Danive yang seperti suara pagi, dan ada kisah Dea yang mengamati langit pagi dari dalam travel.

Pagi adalah waktu tenang untuk menjelang hari yang terentang.

Seberapa panjang ? Kita penentunya.

Bulan Ramadhan adalah pagi yang menjelang menang di hari Lebaran mendatang.

Seberapa lebar ? Kita penentunya.

Selamat menyambut pagi.

Semoga kita semua melandasi hari-hari dengan hal-hal terbaik … ^_^

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,

Tobuciler

 

penjaja sarapan bahagia menghitung  penghasilan

Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin