Pertanyaan dari Subcomandante Mario Teguh (via message FB):
Tadi sore saya baru saja mengikuti diskusi hangat mengenai realitas kekinian agama di tengah-tengah masyarakat yang liberal-sekuralistik. Lalu di malam hari, saya tak sengaja mengikuti acara Mario Teguh di salah satu televisi swasta yang dilindungi pohon beringin. Keduanya memiliki keterkaitan mengenai spiritualitas dan perspektif manusia mengenai masa akhir nanti. Pertanyaan super saya adalah :
1. Mengapa anda tidak memilih karir dalam bidang motivational speaking seperti Mario Teguh? Mungkinkah karena anda tidak memiliki nama seteguh Mario Teguh? Saya sarankan anda memakai nama Luigi Tangguh dan membentuk perusahaan pipa ledeng bersama.
2. Apakah anda percaya dengan ramalan kiamat di tahun 2012 berdasarkan penanggalan bangsa Maya?
3. Mungkinkah anda adalah Imam Mahdi yang diturunkan di era digital untuk menjangkau jiwa-jiwa yang sedang kebingungan mencari cahaya?
4. Apakah anda bisa mencari keterkaitan dari ketiga pertanyaan saya diatas? kalau bisa, tolong dijelaskan dalam 10 kata (hanya boleh dalam Inggris, Batak, Sunda, atau Arab).
Semoga semangat liberal-sekularistik yang menjangkiti masyarakat Indonesia dapat tergantikan oleh spirit Pancasila dan Marhaenisme. Salam Pembebasan!!
Jawaban dari Kak Syaraf:
Halo Subcomandante Mario Teguh, rumit sekali namamu. Perlu diketahui bahwa kau sudah sama saja menghina diskusi tersebut seolah-olah mereka yang terlibat adalah tahi ayam. Hangat kan?
Lalu saya mau tanya, kalau nontonnya dibawah pohon beringin, nyolokin stekernya kemana? Hehe maaf. Kok jadi saya yang nanya.
- Untuk apa speaking dimotivasi segala? Seolah-olah berbicara itu tidak semua orang mampu. Lebih baik berkarir di bidang-bidang yang memang mesti dimotivasi, seperti motivational dancing, motivational bleeding atau motivational stabbing. Ya kan? Kalau kau menikam seseorang, mesti ada motif nya kan? Tak mungkin tanpa itu. Apalagi jika kau jahit pakai motif tikam jejak.
- Saya lebih percaya pada penanggalan oleh Mayasari, biarpun disana tidak tertera kapan kiamat. Tapi saya yakin pada molennya.
- Tak perlu Imam Mahdi toh untuk menjangkau jiwa-jiwa yang kebingungan mencari cahaya? Karena kalau memang demikian tugas Imam Mahdi, berarti orang PLN itu selamat semua barangkali.
- Bismillahirrahmaanirrahim. Sapertosna both of answers look a like sibutar butar.
Salam Pembebasan! Yang penting tidak tergantikan oleh spirit us. Nanti kebakar.
Pertanyaan dari Raden Prisya (via Yahoo Messenger):
Hai Kak Syaraf, ceritanya begini: Besok saya akan diwawancara, di Wisma Kosgoro. Wawancara itu wawancara kerja, yang mana berkaitan erat dengan apakah saya diterima jadi fashion assistant atau tidak? Doakan ya. Tapi saya bicara di offclinic bukan semata-mata minta doa, tapi juga saran, tentang baju apa yang sebaiknya saya kenakan? Terima kasih, Kak Syaraf.
Jawaban dari Kak Syaraf:
Pertama, baju itu jangan cuma dikenakan, tapi dipakai yaaa. Kalo kena saja sih, saya yakin kau akan sulit diterima, apalagi kau dan baju belum muhrim.
Kedua, baju itu harus baju baru. Kan, lebaran. Maksudnya bukan baru beli, tapi baru dicuci dan disetrika, atau baru diambil dari gantungannya.
Ketiga, baju itu jangan menutupi aurat. Ini tak bisa saya jelaskan, tapi sebaiknya begitu.
Keempat, pakailah baju yang sopan dan rapi. Terutama setelah tidak ada lagi sopan dan sopiaan.
Ketiga, pakai batik akan lebih asyik. Terutama karena baru saja diklaim oleh UNESCO. Eh, tapi kenapa kita tidak terpikir mengganyang UNESCO ya?
Sudah tepat kau meminta saya untuk mendoakan. Daripada minta didoakan si pewawancara.
Bookmark this post: |
0 komentar:
Post a Comment