Jika kau datang ke Tobucil jam enam maghrib di hari Sabtu sekarang, berharap menonton gratis di berandanya, maka jangan harap itu terjadi lagi. Bukan berarti kau sekarang diminta bayaran, tapi karena Klab Nonton Tobucil sekarang berpindah hari. Ke hari Minggu jadinya, di jam yang sama. “Karena suka bentrok dengan banyak acara di hari Sabtu, dan mengubah suasana aja, semoga bisa menambah penonton,” demikian kata Wiku, koordinator Klabs di Tobucil. Memang, dari yang Tobuciler amati, entah lewat kedatangan pribadi maupun lewat blog, Klab Nonton ini kurang banyak partisipan. Padahal, filmnya bagus-bagus, relatif langka, dan ya itu, gratis.
Klab Nonton ini, sudah pernah mengalami perubahan jadwal. Tapi itu sifatnya insidental, yakni ketika bulan puasa. Dari tadinya jam enam maghrib, dimajukan jadi pukul empat. Cukup beralasan, mengingat jam enam, kan, waktunya buka puasa. Namun perubahan jadwal ini, kata Wiku, sepertinya akan dicoba terus bulan ini, meski belum teruji. Untuk tema bulan ini, Wiku mengaku belum merumuskannya, tapi yang pasti, di bulan Desember, Klab Nonton akan bekerja sama dengan Cinema Politica. Siapakah mereka? Jadi semacam, apa ya, gerakan yang persis dengan Klab Nonton, membuat acara nonton tanpa dipungut biaya masuk. Cinema Politica ini lingkupnya sudah internasional loh, dan kantor koordinasi mereka di Indonesia ada di dua titik, yakni Jakarta dan Yogyakarta. Menarik sebenarnya, menantikan bagaimana kerjasama mereka. Mari kita tunggu, sambil tetap menyisihkan hari Minggu.
Bookmark this post: |
0 komentar:
Post a Comment