Sunday, November 22, 2009

Konser Itu Datang Jua

Setelah dari Januari 2009 berlatih bersama, akhirnya Ririungan Gitar Bandung (RGB) bermain di konsernya yang pertama. Konser yang digelar dari RGB, oleh RGB, dan untuk RGB. Konser yang pada akhirnya diselenggarakan tanggal 20 November kemarin itu, berlangsung cukup, apa ya, Tobuciler sulit menjelaskan, karena Tobuciler merupakan salah satu bagian dari acaranya. Tobuciler akan memaparkan dari sudut pandang persiapan panitia saja:

Konser tersebut cukup rumit, karena apa? Karena banyak sekali pengisi acara, yang juga merupakan orang-orang yang biasa menjadi panitia dalam acara-acara klabklassik. Memang, awalnya, Tobuciler mengusulkan, bahwa acara ini mestilah menjadi semacam hadiah, untuk para aktivis klab yang sudah sering susah payah membuat orang lain senang. Orang lain disini, maksudnya, penonton dan pengisi acara. Demikianlah, saking para aktivis klab sudah beberapa kali memanitiai acara, terkadang mereka lupa, apakah mereka juga senang? Maka itu konser RGB ini dibuat, agar salah satunya, kami, para panitia, juga senang. Tapi ujungnya malah, pemain tidak konsentrasi karena mereka mesti juga mengurusi acara, dan sebaliknya.

RGB adalah, kau tahu, kelompok ensembel yang keanggotaannya dibuka untuk umum. Siapa saja boleh ikut, asal membayar biaya anggota sebesar 50.000 per tiga bulan dan bisa baca not balok. RGB ini cukup sering diberitakan di blog Tobucil kemarin-kemarin. Akhirnya diputuskan, bahwa konser RGB, tak cuma RGB yang main, tapi juga beberapa penampil dalam berbagai format. Seperti: Bernadette Yodia dan Yunus Suhendar (gitar solo), KlabKlassik String Trio dan Pirhot Elisa (gitar dan instrument lainnya), serta Royke D-K-K, ISO Divisi Gitar, dan Sebelas Duabelas Guitar Dup (ensembel gitar). Yang kemudian, kesemuanya itu ditutup oleh penampilan RGB dengan empat karya, yakni Canon dari G.Ph. Telemann, Canon in D dari Johann Pachelbel, Lagrima dari Francisco Tarrega, dan The Entertainer karya Dcott Joplin. Yang disebut terakhir, dimainkan secara beramai-ramai, dengan seluruh pengisi acara.

Acara yang diberi judul Ririungan Gitar Bandung: Maen! itu, meski cukup rumit karena campuran panitia-pemain itu tadi, tapi Alhamdulillah, cukup memuaskan, setidaknya bagi kami sendiri. Bagi Tobuciler sendiri, yang dimaknai dari acara ini, bukan soal apakah acara tersebut diselenggarakan dalam lingkup kecil dan minim sponsor. Tapi lebih ke merupakan, bahwa ada makna yang berbeda bagi setiap pemain. Bagi Yunus Suhendar alias Mas Yunus misalnya. Baginya, ini penampilan debutnya solo di atas panggung, dan itu membangkitkan kepercayaan dirinya. Bahkan ia bersemangat untuk tampil terus pada kesempatan-kesempatan lainnya. Lalu bagi ketua RGB, Sutrisna, ini juga diakuinya sebagai pengalaman berharga, karena ia dipercaya sebagai ketua, dan berperan dalam hampir keseluruhan acara. Pengalaman berharga, mengingat ketika pertama kali ia datang ke klabklassik, Tobuciler sempat melihatnya tanpa kata, memojok, dan terasa ada keminderan dalam dirinya. Demikian, dan mungkin juga ada banyak makna yang tersirat dalam setiap penampil yang lain. Yang Tobuciler tidak tahu dan tidak perlu tahu. Tapi bukan berarti Tobuciler tak peduli, kau tahulah kenapa. [Syarif Maulana]. Foto: vitarlenology




Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin