Sunday, November 1, 2009

Sepi

… adalah saatnya mendengar dan melihat hal-hal yang kerap tersembunyi di bawah dominasi keramaian ;

Debu yang melekat di buku, ngiiing kesunyian, kemungilan Tobucil yang melapang, evaluasi yang terlewat, kulkas yang minta dirawat, suara gitar yang sendirian, wartawan yang ada di balik berita, pelangi yang hadir diam-diam selepas hujan yang cerewet, opa yang menunggu keluarga pulang …

… adalah waktu kontemplatif sebelum keramaian terbit kembali dalam maknanya yang baru ;

Deretan buku yang telah dibersihkan, suara-suara manusia dan kendara, kemungilan Tobucil yang menyesak oleh hadirnya pengunjung-pengunjung baru, pemahaman baru setelah evaluasi, kulkas yang kembali dipadati aneka minuman, senandung dan komentar yang mengiringi suara gitar, berita yang ada di depan wartawan, cerah matahari selepas pelangi yang sendu, opa yang dikelilingi keluarga yang hangat bersayang-sayangan …

… adalah kosong yang bukan ketiadaan.

Semoga sepi kita bukan sekedar sepintas yang memintas.

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,

Tobuciler

 

IMG_2005

Google Twitter FaceBook

4 komentar:

vbi_djenggotten said...

sedih banget liat boxnya...:P

tobucil n Klabs said...

Sekarang udah penuh lagi, lho ... main, deh, Mas ke sini ;)

Nandien said...

kotak kosong bukan berarti kosong (at least masih ada pembatas pendingin itu donk)

kardus kosong bukan berarti kosong (at least masih ada udara di dalamnya)

ah, kosong atau isi itu tergantung bagaimana kita melihatnya.

-kangen banget kamu tobucil, hope i can go to bandung soon and get to ur place-

semogahariiniindah ^_^

Tobucil said...

Setuju, setuju.

Kangen Nandien juga ...

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin