Monday, December 14, 2009

Berkenalan Lebih Dekat dengan "Teras"



Teras di Tobucil. Siang menjelang sore. Tidak cerah, hampir mendung. Redup. Hari Minggu. Ada saya. Ada guitalele. Sungguh aneh. Tapi memang begitulah adanya. Sangat tak biasa. Orang-orang yang melihat mungkin akan heran dan bilang 'tumben'. Lagipula, hari Minggu bukan hari kerja saya, karena saya bertugas Senin sampai Jumat. Mungkin itu menambah keheranan orang-orang juga. Tapi jangankan mereka, saya sendiri pun  merasa heran.

Hampir satu tahun saya di Tobucil, bisa dihitung dengan jari berapa kali saya diam di teras. Mungkin tadi adalah yang terlama. Beberapa jam saya duduk di sana, bebas tugas. Pemandangannya lebih luas, lebih jauh. Dan tiba-tiba terlintas untuk menulis si teras. Tempat yang pasti saya lewati ketika datang maupun pulang. Tempatnya teman-teman Klabs.

Saya lebih sering (bahkan mungkin selalu) ada di kursi kasir, singgasana'-nya saya dan teman-teman penjaga lainnya. Dari sini saya anya bisa melihat teras, dan memang setiap kali ada kesempatan saya
bisa santai di situ dalam hati saya selalu bilang "enak juga ya di sini". Seringnya saya ke teras pasti bertujuan, biasanya berhubungan  dengan minuman dan makanan, atau apapun itu yang pasti hampir tidak pernah dalam rangka iseng.

Sama seperti teras di rumah, tempat dimana kita bisa bersantai sambil menikmati "dunia luar", teras Tobucil juga saya anggap seperti itu. Sama seperti kita merasa sedang jenuh lalu menemukan sesuatu yang beda. Di rumah, saya jarang berada di teras, di Tobucil pun demikian. Tapi, sesuatu yang jarang biarlah tetap menjadi jarang, karena kejarangannya mempunyai sensasi tersendiri :)

PS: Sekarang saya makin 'ngeh' kenapa teman-teman Klabs betah sekali berlama-lama di sana :D

Ipey, selain bertugas di tobucil Senin s/d Jumat, selebihnya menjadi basis Jack & Sally. Tugas barunya adalah kontributor tetap blog tobucil.
Google Twitter FaceBook

1 komentar:

Platform3 said...

Ooh, ini Ipey yg nulis toh. Ipey pernah diomongin di Madfal. Waktu itu kami sedang berdiskusi ttg "alienasi". " Gimana dengan Mbak yg ngantar kopi itu tadi, bukankah dia teralienasi dari obrolan kita?", kata seserang. "Soalnya kalau dia ikut nimbrung ngobrol, nanti dimarahin Tarlen karena mangkir dari tugas", kata yg lain. Hahaha... (hh)

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin