Syarif yang gugup mewawancarai Julie
Minggu siang yang habis hujan itu Tobuciler datang. Datang terlambat karena menunggu hujan habis. Terlambat satu jam dari waktu yang seharusnya, yakni jam satu. Saat itu sudah ramai berkumpul di beranda Tobucil. Orang-orang yang Tobuciler tidak kenal semua., tapi tahu, orang-orang tersebut menyukai handmade. Karena acara yang hadir berkaitan dengan handmade, yakni small gathering bersama tamu istimewa Tobucil dari Brooklyn, NY, USA bernama Julie Schneider.
Julie Schneider adalah bagian dari Etsy Lab, sebuah komunitas handmade terbesar di dunia berbasis online. Tobuciler sempat menyaksikan sesi acara selama satu jam, yang isinya berbagai pertanyaan dan worskhsop singkat. Salah satu pertanyaan dari Wiku, salah seorang anggota The Men Who Knit. Pertanyaannya dalam bahasa Inggris, yang jika diterjemahkan kira-kira seperti ini: “Bagaimana Etsy mendapatkan uang?”. Kata Julie, ada tiga cara, “Yang pertama adalah dengan sistim iuran, yang kedua konsinyasi, dan yang ketiga dengan menampung iklan.”
Jadi memang, Etsy ini bukan semacam organisasi atau perusahaan dagang. Tapi dengan situsnya, Etsy membuka kesempatan bagi para pengrajin handmade untuk memasarkan produknya. Sumber keuntungannya dari ya itu tadi, yang Julie bilang. Lalu maju Erri, juga dari The Men Who Knit. Ia bukan bertanya sesuatu, tapi menceritakan soal The Men Who Knit. Jadi semacam curhat. Erri berkata bahwa The Men Who Knit punya video tentang dasar-dasar merajut, termasuk merajut tanpa menggunakan alat bantu, jadi menggunakan tangan. Curhat ini ditutup dengan slogan yang entah ia buat sendiri atau memang sudah disetujui, “We knit, we rock!”.
Setelah itu datang pertanyaan dari Dian, yakni, “Bagaimana membuat semacam Etsy di Indonesia?” Julie menjawab: “Saya tidak bisa menjawab itu, karena bukan bidang saya. Saya hanya pedagang sekaligus pekerja. Bukan di bidang operasional, terlalu rumit memikirkan itu.” Tak lama setelah menjawab pertanyaan Dian, Julie memperagakan demo singkat membuat buku dari amplop. Para pengunjung small gathering pun tertarik dan mengerumuni meja tempat Julie berkreasi. Dalam satu dua tiga empat lipatan, “This is it!” Julie berkata riang, pertanda buku dari amplopnya telah selesai. Hadirin langsung aplaus.
Dalam satu kesempatan, setelah foto-foto, Tobuciler meminta sedikit waktu pada Julie. Meminta sedikit, walaupun Tobuciler tahu ia punya banyak. Persoalannya karena Tobuciler tidak terlalu siap untuk sesi wawancara. Berikut petikan wawancara yang sudah diterjemahkan dan diinterpretasi ulang:
Hai, Julie. Apakah ini pertama kali anda datang ke Bandung?
Ya, tidak hanya Bandung. Ini pertama kali saya datang ke Asia!
Wow, kemana aja kamu selama disini?
Di Indonesia maksudnya kan? Ya, pertama kali saya ke Bali, lalu ke Yogya. Bertemu dengan teman saya. Dan teman saya itu yang mengantar saya kesini (sambil menunjuk temannya yang berbaju biru, juga datang ke Tobucil). Kami berkawan sudah sebelas tahun lamanya. Dari umur saya empat belas.
Sekarang berarti Julie sudah dua puluh lima tahun ya?
Betul sekali.
Oke, Julie, apa pendapat anda tentang Tobucil?
Oh, sangat kreatif. Saya suka. Saya terkejut karenanya. Excited!
Bagaimana awalnya bisa tertarik datang ke Tobucil?
Saya bertemu Tarlen di AS. Dan dia banyak bercerita tentang Tobucil. Saya sangat tertarik, dan akhirnya kesampaian bisa kesini.
Oke, ceritakan sedikit tentang Etsy itu sendiri?
Etsy didirikan oleh Rob Gallen bersama tiga orang temannya pada tahun 2005. Lalu mereka memutuskan untuk berkonsentrasi di online pada musim panas tahun 2006. Sekarang pegawai Etsy sudah mencapai 80 orang.
Julie sendiri, adalah pegawai dari Etsy?
Ya, saya adalah pegawai dari Etsy, sekaligus merangkap pedagang juga. Tadinya saya adalah part timer dengan mengerjakan book binding. Tapi akhirnya saya tertarik dan menjadi pegawai penuh.
Apakah kedatangan Julie kesini? Mewakili Etsy?
Tidak, saya dalam rangka travelling saja. Tapi saya selalu senang berbicara tentang Etsy.
Oke, terakhir. Pernahkah membayangkan ada creative community di Bandung sini?
Saya kira semua orang punya kreativitas. Dan saya yakin tidak hanya disini dan di US, tapi juga di banyak tempat lain. Tapi disini memang mengejutkan, saya suka.
Terima kasih Julie, sampai jumpa!
Sama-sama.
Demikian pertemuan singkat Tobuciler dengan Etsy yang diwakili Julie. Jujur, tadinya Tobuciler tak tahu apakah Etsy. Tapi sekarang jadi tahu. [Syarif Maulana]
Bookmark this post: |

1 komentar:
KERENNN!!!
aduh pasti asyik sekali, Tarlen. Happy new year to you and tobucil :D
Post a Comment