Monday, February 8, 2010

Menangkap Moment Dengan Cahaya Buatan


Ketika Tobuciler datang, Tobucil tengah dipenuhi wanita-wanita cantik yang duduk di air mancur. Mereka bergaya, membuat pose tertentu, dan wajahnya dipenuhi make up. Tapi tidakkah cukup aneh jika mereka melakukan itu, tanpa ada yang memotret di sekelilingnya? Ya, minggu itu memang sedang ada Bandung Basic Photography Course (BBSC). Kegiatan yang dipimpin oleh Mody Afandi itu, memang sedang berjalan tiap hari Minggu jam 9 di Tobucil. Kebetulan, khusus minggu itu, Mody bekerjasama dengan agensi bernama The Soul, mendatangkan sekelompok model yang khusus dipotret para peserta. Tidak hanya itu, peserta juga diberi kesempatan untuk mengaplikasikan beberapa teori yang disampaikan Modi sebelum kegiatan memotret dimulai.

Jadi, memang hari itu bukan memotret model yang jadi pembahasan utama, tapi soal cahaya buatan. Dalam makalah BBSC ditulis, bahwa cahaya buatan (artificial lights), adalah cahaya yang dihasilkan oleh manusia sebagai kompensasi atau pengganti cahaya alam yang dirasakan kurang tepat atau kurang kuat secara faktor alamiah dari alam sendiri maupun secara disengaja oleh manusia. Ada lima kategori utama dalam cahaya buatan, yakni Key Light, Fill Light, Back Light, Rim Light, dan Detailed Light. Salah satu titik berat kegiatan fotografi kemarin, adalah mempraktekkan fill light, yakni cahaya yang digunakan sebagai pengisi kekosongan cahaya pada objek yang dijatuhi oleh cahaya utama. Membingunkan ya? Intinya, Tobuciler melihat ada semacam sterofoam atau karton yang dipegang beberapa fotografer, untuk membantu pencahayaan. Biasanya tidak jauh dibawah wajah si model. Namanya, kata Mas Modi, adalah reflektor.

Kegiatan tersebut sepertinya menarik dan menyegarkan. Sayang sekali, kata Mas Modi, yang datang sedang tidak terlalu banyak. Padahal, ini kesempatan yang bagus, mumpung ada model. Minggu depan, katanya, akan belajar memotret menggunakan lampu. Dan di akhir pertemuan, atau tiga minggu lagi, akan diadakan pameran foto, yang galerinya sedang dinegosiasikan. [syarif maulana]
Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin