Monday, January 25, 2010

Temukan Inspirasimu


 

Hey, gimana sudah ketemu apa yang bisa menjadi inspirasi bagimu? Jika belum, coba tengok kanan-kiri, atas-bawah, depan-belakang, tidak perlu pergi jauh-jauh, siapa tau inspirasi itu ada, bisa kamu temukan di dekatmu. Dia tidak bermaksud bersembunyi, hanya saja mungkin kamu lupa menengoknya, itu saja.

Nah, jika sudah kau dapatkan simpan baik-baik, kalau perlu bawa dia kemanapun kamu pergi, atau rekatkan dia di hadapanmu. Inspirasimu itu yang akan menemanimu di saat-saat kamu merasa kehilangan ide, semangat bahkan kehilangan harapan sekalipun.

Jika sudah menengok sekeliling, tapi belum juga kamu temukan, mungkin yang kamu perlukan adalah membuka sedikit saja dirimu. Biarkan dia masuk, menyelinap. Singgah dalam dirimu lalu biarkan dia menyebarkan kebaruan hidup atau mungkin memberimu perubahan. Tidak ada yang perlu kamu takutkan dari perubahan, ia tidak semenakutkan yang kamu kira. Perubuhan-perubahan senantiasa menggulirkan inspirasi-inspirasi lain yang tak pernah kamu bayangkan sebelumnya.

Jadi biarkan inspirasi itu singgah dan jaga dia baik-baik. Biarkan dia menjaga semangat dan harapan baru yang kau tebarkan dalam hidupmu...

xoxo


Google Twitter FaceBook

Kenali Sejarahnya, Tangkap Momentnya


Mody sedang menjelaskan sejarah kamera 

Tobuciler datang pukul 9 lebih 10 menit. Kenapa? Karena dikiranya, kegiatan Bandung Basic Photography Course (BBSC) tidak akan dimulai terlalu tepat waktu. Atau kalaupun tepat, hanya ada beberapa gelintir orang yang datang, dan sisanya menyusul kemudian. Ternyata, acara yang seyogianya dimulai pukul sembilan itu, memang dimulai pukul sembilan, dan telah disesaki orang-orang. Jumlahnya jika Tobuciler hitung, ada sekitar 17-18 orang. Semuanya terasa antusias, setidaknya terlihat dari ketepatan waktu datang mereka. Setelah minggu kemarin BBSC membahas sejarah dan perkembangan fotografi, kali ini sang fasilitator, Mody Affandi membahas macam-macam kamera dan pelbagai fasilitasnya. Pengetahuan ini, bagi Tobuciler sendiri, ternyata lumayan. Jadi Tobuciler menyimak dengan seksama, sambil sesekali mencatat. Karena selain informasinya lengkap, Mody juga mampu memaparkan dengan baik dan runut. Selain itu, terdapat banyak contoh kameranya sendiri, yang terhampar di meja Tobucil.

Cerita-cerita tentang Kamera Format Besar, Kamera Format Sedang, Kamera Format Kecil, Kamera Jenis Khusus, Kamera Advanced Photo System, dan Kamera Digital, dipaparkan dengan mendetail. Bahkan terdapat selipan-selipan cerita yang menarik, misal sebuah kamera bermerk Haselblad yang berformat medium format digital, disewakan 3 juta sehari di Jakarta, atau ada kamera bermerk Leica yang nyaris tidak bersuara ketika melakukan pemotretan. Kelas yang berdurasi dua jam itu, nyaris tidak terasa, meskipun isinya sejarah semua. Sempat mengira, bahwa tidak akan nada semacam praktek potret memotret dalam pertemuan kali ini. Karena, dalam jadwal, teknik memotret baru diajarkan di pertemuan ketiga.

Namun akhirnya, Mody mengharuskan peserta untuk keluar Tobucil, dan berkeliling secukupnya, untuk mendapatkan objek yang menarik. Tobuciler juga ikut berkeliling, memotret yang sedang memotret. Adia misalnya, ia sedang belajar memotret benda bergerak. Teknik panning namanya, yakni memfokuskan satu objek, tapi memblurkan objek yang lain. Lalu ada pula Wira yang dengan jeli memotret daun-daun yang melingkar di pohon. Adapun Rangga yang memotret objek-objek khas perkotaan, seperti anak jalanan dan gedung-gedung. Mereka di luar cukup lama, lebih dari satu jam. Ketika kembali bersama-sama di Tobucil, Mody meminta mereka untuk mencetak satu yang terbaik, dan dikumpulkan minggu depannya. Lalu Mody memesankan, “Ketika ditanya kenapa foto ini yang dipilih, mesti punya argumentasi, jangan cuma ‘bagus aja’,” Demikian BBSC itu ditutup dengan tepuk tangan, menyiratkan antusiasme di wajah para peserta. Berharap lensa mereka mampu menangkap banyak momen di kemudian hari. [Syarif Maulana]


Hunting di  lapangan Saparua
Google Twitter FaceBook

'It Might Get Loud' Di Klab Klassik


Gambar di ambil dari sini


Jika kamu pernah menganggap KlabKlassik (KK) adalah perkumpulan ortodok yang melulu membahas Bach, Mozart, Betthoven dan siapa-siapa yang sejamannya, maka andaikata kamu datang hari Minggu tanggal 24 kemarin, niscaya kamu akan menyesal dan minta maaf karena pernah menuduh seperti itu. Karena dalam pertemuan KK tersebut, diputar semacam film dokumenter. Film yang membahas soal gitar elektrik, dan pelbagai proses kreatif yang mendasari tiga gitaris elektrik ternama di dunia, yakni Jimmy Page (Led Zeppelin), Jack White (White Stripes) dan The Edge (U2). Film tersebut berjudul It Might Be Loud, dirilis tahun 2008, dan disutradarai oleh Davis Guggenheim.

Diputar film macam itu, KK bukannya tak tertarik. Tapi justru antusias, terutama Kang Tikno, yang memang bergerak di pembuatan gitar, termasuk gitar elektrik. Film tersebut memanjakan mata dan telinga, karena selain visualisasi yang bagus, juga penampilan para gitarisnya yang, tak aneh jika mereka dijuluki para legenda. The Edge misalnya, dia menggunakan bertumpuk-tumpuk amplifier dan efek untuk satu lagu saja. Lagu lain, bisa jadi amplifiernya berbeda, efeknya pun berbeda. Kang Tikno menginformasikan, bahwa The Edge, “gitaris yang tekniknya biasa-biasa, tapi sound gitarnya paling susah ditiru.” Lalu ada joke menarik dari Kang Tikno: Masih ingat band Indonesia namanya the Fly? Kata Kang Tikno, jika ada lomba mirip U2, maka The Fly juara satu, dan U2 sendiri juara dua. Karena The Fly lebih U2 daripada U2 itu sendiri, dalam konotasi negatif. Kembali ke film, Jimmy Page misalnya, dia hebat dalam membuat riff-riff gitar yang kadang galak, kadang sendu, kadang menohok langsung ke memori pendengarnya. Rock, di tangan Page, menjadi tak cuma sekedar distorsi-distorsi bising, tapi punya pola-pola indah dan mesti diulik dengan pendekatan teknis yang tak sederhana. Jack White? Ia mengambil blues sebagai dasar ekspresi dan tonalitasnya, tapi kemudian dikembangkan menjadi performa yang lebih atraktif dan tidak melulu sendu. Ketiganya punya karakter kuat, dan menjadi simbol di bandnya masing-masing. Yang terpenting dari ketiganya: semua bekerja keras.

Demikian KK mendapatkan tambahan wawasan. Kenyataan bahwa dalam mengapresiasi, butuh prasyarat pengetahuan, dan juga empati. Dengan demikian, tak ada gunanya menganggap musik klasik sebagai ranah eksklusif yang dipenuhi kekayaan harmoni dan keluhuran teknis. Lihat mereka, White, Page, maupun The Edge, tak perlu teknik njelimet, ataupun kesempurnaan yang berlebihan. Don’t think, just play. Dan penonton segala masa pun memujanya. 



Serius menonton 'It Might Get Loud'

Google Twitter FaceBook

RGB 'Tribute to The Beatles', Latihan Pertama



Siang itu, akhirnya, Ririungan Gitar Bandung (RGB) berjumpa kembali. Berjumpa dalam rangka memang inilah, pertemuan resmi pertama RGB 2010. Pertemuan yang menandai, bahwa telah dibuka juga perekrutan anggota baru. Ada beberapa anggota baru yang menghiasi RGB 2010 ini, diantaranya Hendy, Luthfi, Reza, dan yang mengejutkan, Afifa yang biasa bermain biola, sekarang ikut bermain gitar. RGB, jika ada yang belum tahu, adalah semacam program dari KlabKlassik, untuk mewadahi orang-orang yang suka dengan gitar klasik. Tidak cuma, tapi bisa memainkannya dan minimal mampu membaca not balok. Untuk apa? Agar bisa berlatih bersama, membentuk ensembel bersama, dan kemudian dikonserkan untuk diapresiasi bersama. Sungguh indahnya.

Sebelum mulai berlatih pukul 13.00. Ada pertemuan singkat dulu untuk membahas regulasi baru. Misalnya: Iuran keanggotaan turun seribu rupiah, dari lima puluh ribu untuk tiga bulan, jadi empat puluh sembilan ribu untuk tiga bulan. Lalu orang yang datang terakhir di kala latihan, wajib membereskan sisa-sisa latihan. Dan yang terpenting, RGB ini diproyeksikan untuk konser sekitar bulan November. Yakni konser yang khusus membawakan karya-karya The Beatles, dalam judul RGB Plays The Beatles. Seperti yang keren, tapi pastinya akan sulit dan menantang. Karena lagu-lagu The Beatles sangat populer dan orang banyak tahu, sehingga nada yang salah akan ketahuan, interpretasi yang berbeda akan terasa. Menguntungkannya, banyak sampel lagu The Beatles, sehingga pemahaman partitur lebih mudah.

Latihan dimulai, tapi sebelumnya, ada ritual sederhana. Ingat Yunus Suhendar? Yang di konser RGB lalu menampilkan Galih dan Ratna karya Guruh Sukarno Putra yang ia aransemen sendiri untuk gitar solo. Suatu hari ia memperbaiki gitarnya pada Kang Tikno. Gitarnya yang berwarna kemerahan campur coklat yang kusam, telah disulap. Disulap menjadi kuning cemerlang, mengkilap, dan suaranya lebih keras. Kang Tikno ternyata memberikan servis tambahan. Sesuatu yang Mas Yunus tidak duga sebelumnya. Walhasil, Mas Yunus pun kaget dibuatnya. Kaget yang sempat membuatnya terdiam, namun berikutnya, semangatnya menjadi dua kali lipat. Semangat untuk membimbing RGB membawakan aransemen miliknya. Aransemen apakah? Ya, The Beatles itu. Lagu berjudul If I Fell, dikarang Mas Yunus untuk empat gitar. RGB pun berlatih bersama, sambil tertawa-tawa. Namun lagu tetap membayang di kepala, biarpun cuma nada semata, tapi bolehlah kita ngiangkan liriknya.

“If I fell in love with you / Would you promise to be true  / and help me understand.. “


 Syarif Maulana, Koordinator Klab Klassik dan Kontributor tetap blog tobucil 
Google Twitter FaceBook

Menonton 'Film Bisu'


Gambar diambil dari sini


Di sela-sela menjaga Tobucil, terutama kalau Tobucil lagi sepi, ada satu kebiasaan saya yang mungkin cukup aneh, yaitu menonton 'film bisu' (kalau kata teman-teman di Tobucil sih begitu) hehe. Tapi bukan
film bisu kaya Charlie Chapliln, tapi film biasa cuma sengaja tanpa suara saja hehe.

Kebiasaan menontonnya sih sudah lama, tapi bisunya baru di Tobucil saja hehe. Pertamanya sih waktu itu gara-gara sound card di komputer kasir Tobucil rusak, jadi ketika saya streaming film ya ngga ada
suaranya. Ya nebak-nebak saja suara yang ada di film itu kaya gimana, untung saja ada subtitlenya :D Tapi setelah sound cardnya benar lagi jadi keterusan tanpa suara nontonnya hehehe. Sekarang speakernya yang rusak, jadi, tanpa disengaja pun filmnya sudah bisu :D Kebiasaan ini juga kadang-kadang terbawa sampai ke rumah hehe.

Film yang saya tonton biasanya film Jepang atau Korea dengan subtitle Inggris. Pernah juga sudah lama-lama nunggu buffering, ngga taunya subtitlenya Perancis, hehehe. Enaknya streaming film itu, sambil menunggu bufferingnya, kita bisa sambil mengerjakan sesuatu.

Hmm, buat saya dalam setiap pekerjaan ada saja waktu dimana kita butuh  hiburan asal tidak mengganggu pekerjaan. Bagaimana dengan kalian? :D


Ipey, selain bertugas di tobucil Senin s/d Jumat, selebihnya menjadi basis Jack & Sally. Tugas barunya adalah kontributor tetap blog tobucil.
Google Twitter FaceBook

Buku yang Menginspirasi Tobucil




Kisah Laura Ingalls Wilder adalah salah satu buku penting yang sangat menginspirasi tobucil. Bagaimana tidak, kisah keluarga Ingalls selalu bisa menemukan cara bagaimana menikmati hidupnya di tengah perjuangan dan kerja keras sebagai generasi pionir Amerika. Seringkali kesenangan yang dijalani Laura dan kakaknya Marry, Pa, Ma dan Carrie adalah sesuatu yang sederhana saja, tapi mereka selalu menemukan cara mengubah keseharian mereka yang sederhana menjadi inspirasi dan kebahagiaan mereka. Pada titik ini, begitulah tobucil ingin menjadi: sebuah tempat sederhana dimana orang yang datang bisa menemukan kebahagiaan yang sederhana itu. Menemukan dirinya dan mengaktualisasikannya. Semoga saja, aktualisasi itu menjadi inspirasi bagi perubahan: menemukan kualitas hidup bersama yang lebih baik.



Buku lainnya adalah 'Handmade Nation' (pernah di review di tobucil's handmade). Sebut saja Jenny Hart yang memberikan perspektif revolusioner dalam embroidery lewat Sublime Stitching. Stephanie Syjuco yang memproduksi produk clothing dengan tagline "Because Sweatshops Suck". Pada hari ini, dunia craft telah meleburkan batas-batas antara semangat Do It Yourself, ekplorasi teknik dan material, craft tradisional, seni modern, politik, feminisme dan ekspresi seni. Untuk itulah Faythe Levine melakukan perjalanan lebih dari 19.000 mile untuk mendokumentasikan  apa yang dilakukan para crafter, designer dan independen artist dan mendokumentasikannya dalam film dan buku yang luar biasa ini.

Sebuah buku yang bisa membangkitkan semangat kemandirian dan Do It Yourself, di tengah arus konsumerisme dan industrialisasi kreativitas. Buku ini dibuka oleh timeline perkembangan komunitas-komunitas "The New Wave of Craft" sejak tahun 1994 sampai 2007. Dua puluh empat sosok yang mewakili independen craft community, mulai dari Pantai Barat sampai Pantai Timur Amerika Serikat, diwawancarai dalam buku ini. Faythe mencoba menegaskan:

'Craft is what you make it. It is a labor of love, appreciation and respect. We are reshaping how people consume and interpret the handmade... DIY is not only a term we use, but a lifestyle we live.'

Buku ini memberi tobucil keyakinan dan fokus, bahwa jalan inilah yang ingin tobucil tempuh untuk menemukan kemandiriannya.  
Google Twitter FaceBook

Sejarah Tobucil Bagian 4: Pindah ke Kyai Gede Utama 8


R.E. Hartanto sedang memberikan materi workshop cetak dua warna di KGU 8

Dalam kondisi keuangan minus, datang tawaran untuk menggarap Jiffest Travelling di Bandung. Tawaran ini membantu keuangan tobucil untuk membayar uang sewa dan menyiapkan toko baru di Kyai Gede Utama 8 (KGU 8), selain dari tambahan uang pribadi pengurus yang tersisa.

Kondisi ruangan yang lebih kecil dan rumah, membuat interior toko harus dirombak total dari konsep lama ketika masih di Trimatra Center dulu. Natsir dan Henne, dua orang teman yang berprofesi sebagai desainer interior, membantu merancang interior toko yang fungsional sebagai display sekaligus gudang stok. Penggarapan rak dan funiture lain, dilakukan oleh Zhason, saudara laki-laki saya, dengan maksud menghemat biaya membuatan setting interior tobucil yang baru.

Kompas Minggu dan halaman pustakaloka memuat publikasi tentang Tobucil dengan alamat yang baru. Padahal beres-beres dari tempat lama ke tempat baru, belum selesai dilakukan. Publikasi ini sangat membantu mempromosikan keberadaan tobucil di tempat yang baru. Pelanggan-pelanggan tobucil pun segera berdatangan. Reopening Tobucil di KGU 8, dilakukan dengan ditandai pameran Shock N Wave yang merupakan sinergi pertama Tobucil dan Bandung Center for New Media Arts di KGU 8. Serta pertama kalinya, ruang serba guna di sebelah Tobucil diperkenalkan dengan nama Common Room kepada publik.

Perubahan kondisi ruang, membuat strategi promosi Tobucil harus mengalami perubahan. Kegiatan klab menjadi pilihan yang tepat dan realistis. Pilihan kegiatan klab mulai di perbanyak. Klab hobi seperti merajut dan origami, klab nonton dan klab belajar memberi pilihan lain sekaligus perluasan segmen pasar tobucil berdasarkan minat. Selain itu, pertimbangan promosi low budget high impact menjadi pertimbangan yang paling realistis. [bersambung]

Baca juga:
Sejarah Tobucil Bagian 1
Sejarah Tobucil Bagian 2
Sejarah Tobucil Bagian 3

Ditulis oleh Tarlen Handayani, Pendiri dan Program Director Tobucil & Klabs
Google Twitter FaceBook

Buku yang Menginspirasimu

Apa buku yang menginspirasimu dan kenapa? Bagi ceritamu..

Fally Gaskins buku yg menginspirasi bgt buat saya adalah " the diary of anne frank " .. buku ini bnyak memberikan saya inspirasi untuk terus menjalankan apa yang saya mau dan inginkan .. karena isi dalam buku tersebut adalah semangat hidup seorang anak perempuan yg meninggal akibat sakit .. jadi secara gg sngaja ya buku trsebut mnga...jak kita untk terus menghargai hdup kita dan hrus ttap semangat dlm menjalani hdup ini ..


Widodo Yudo Baskoro
Picture of dorian gray by oscar wilde! Beauty and youth... So dangerous!



Ricky Arnold
Burung-burung Manyar, Y.B.Mangunwijaya.. Buku yang membuat saya "melek dunia" dengan segala kearifan dan cara penulis memandang hidup ini...


Suryo Purnomo Rp
Ketika Sutris Tak lg Sutris. Alm Dadang R


Margaretha Nita Andrianti
Coraline karya Neil Gaiman, saya kaget banget waktu baca buku itu. Buku itu kan ceritanya tentang anak-anak dan dunia imajinasinya, tapi kok di dalamnya ada pertanyaan mendalam tentang identitas? Buku anak-anak yang filosofis sekali, andai saya punya buku itu di saat umur saya 9 tahun. He....


Bebi Phipin Harahap
Tetralogi nya Pramoedya Ananta Toer, membuat saya memahami tabiat dan kebiasaan orang2 di negeri ini dan mengetahui sejarah sebenarnya bangsa ini.


Noviana Kusumawardhani
Musashi...baca 3x tidak pernah bosan. hehehehe



Mpi Anak Bintang
Banyak bangetttt... salah satunya three cups of tea. Himalaya, Kathmandu, Tibet adalah tempat-tempat yg pengen aku kunjungi, ampe kebawa-bawa mimpi.


Florence S. Sihombing
Buddha yg ditulis Deepak Chopra.. buku ini udah ada edisi bahasa Indonesianya.. tentang perjalanan pangeran Siddharta menjadi petapa Gautama sampai menjadi Sang Buddha.. bagus banget..tentang pencarian jati diri sang pangeran dan pencariannya menuju pencerahan sampai kebaikan sang guru, Buddha.. gak berat, gak agamais, dan berhasil membuat aku ... mencintai sosok pangeran Siddharta dan Sang Buddha meskipun aku non-buddha.. ;D

buku Jesus nya Deepak Chopra juga bagus, tapi aku belum selesai baca jd blm bisa refer.. o ya, buku ini belum ada edisi bhs indonesianya, masih dijual yang asli berbahasa Inggris.. ;)


Noura Asiah
Momo karangan Michael Ende... ngajarin belajar mendengarkan orang lain, bagaimana memperlakukan waktu tanpa jadi budak si orang-orang kelabu yang suka nabung waktu dan bikin semuanya jadi terburu-buru...
 

Asep Rosadi
Bilangan Fu [ayu utami]..novel tergelap namun dapat mencerahkan.


Natalia Christa
buaaanyak....
tapi yang favorit: tenth circle sama mercy nya Jodi Picoult, terus trilogi supernova nya Dee..
Semuany menceritakan ttg hidup manusia yang kalo diliat dengan naked eye keliatan simple but ternyata complicated.
Khususnya di bukuny Picoult ngeliatin banget kalau manusia benr2 ga ada yang sempurna. Semua manusia itu ada di daerah 'grey', tinggal diliat aja, abu2ny lebih cenderung ke putih, atau ke hitam...


Hanni Harahap
the godfather tetralogi, banyak cerita ttg karakter orang yg btanggung jawab dan pecundang sejati, bagaimana mensiasati hidup dan konsekwensi jln yg dipilih... selain itu, aku juga suka musashi, layar terkembang, dan toto chan


Tika Gartika Mustikarani
5 cm. Dulu dapet rekomendasi buku ini pas lagi malas2nya bikin skripsi. Setelah baca, hehe... tiba2 langsung termotivasi. Intinya sih, fokus pada tujuan dan jangan langsung menyerah kalau ketemu tantangan. Believe in your dreams!


Audelia Agustine Books I love most:

-Astrid Lindgren's: Esp.Ronya, Bullerbyn,Madita&Lisbet
-Frances H. Burnett:Esp.Taman Rahasia dan Pangeran yang Hilang
-Canting: Indonesia's masterpiece......
-Sampoerna Legacy:Ilustrasi maupun isinya,....wuaaaahhh! ^^



Agus Bebeng
Banyak Tobucil sayang. Salah satu diantaranya; Ronggeng Dukuh Paruk karyanya Ahmad Tohari. Buku itu bicara banyak tentang kebudyaan dan hak hidup perempuan yang terjebak dalam ritus budaya. Selain itu ada proses penjualan keperawanan seorang Srintil. Deskripsinya menarik. Alhasil, sesudah membaca buku itu aku memaksakan diri pergi ke Ciamis ...menyaksikan Ronggeng Gunung yang "mistis" dibuat mang Godi Suwarna di Situs Astana Gede Kawali, pada acara Nyiar Lumar dan berhasillah bertemu dengan Bi Raspi. Seorang sinden Ronggeng Gunung yang memiliki suara lebih tinggi daripada Mariah Carey (bener teu nulisna). Jujur sampai saat ini saya ingin sekali berkenalan dengan Srintil dan menari bersamamu. Sayang itu cuma dalam novel, meski dalam realitasnya ketika bepergian ke daerah, bertemu banyak "Srintil" lain dalam dilema dan realitas yang lebih nyata.
Tabik!


Afitz Almanfaluthi
The Alchemist-nya Paulo Coelho, burung2 manyar RB Mnagunwijaya. Retroverso-nya Dee, hehehe kayaknya sama dengan kawan2 laen. banyak banget.


Devi R. Ayu
Hmmm..ga bisa enggak jawabannya adalah dunia Sophie-Jostein Gaarder, Sang Alkemisnya Paulo Coelho, Tuesday with Morrie dari Mitch Albom..dan boleh percaya boleh tidak Chicken soup adalah buku yg baik buat Jiwa...Kenapa? karena aku pernah down, dan saat aku down entah kenapa tiba2 bermunculan buku yg penuh makna untuk dibaca. Seakan-akan memang sudah diatur begitu.I believe book choose the reader...



Rie Vijay
Buku anak-anak, kayak Le Petit Prince, Le Petit Nicolas, Totta-chan, The Secret Garden. Alasannya... inspiratif aja, hehehe. Abstrak ya?


Ida Farida
being happy karna memberi motivasi n semangat tuk jalani hidup dengan tenang n apa adanya.....



9 Matahari


the old man and the sea, to bee or not to bee, sama salamatahari :)


Buku "Analisis Wacana" Eriyanto..
Buku tersebut memberikan saya kesadaran kritis dalam memahami teks berita


Catatan Harian Anne Frank...

bukunya jujur banget,dapet kesan-kesan perih,senang,ketakutan, bahagia,cemburu,nafsu..humanis banget deh heheh


..the adventures of Tintin....tintin di tibet...


Siddhartha dari Herman Hesse, Sang Nabi dari Kahlil Gibran, dan Pangeran Kecil dari Antoine-Exupery. Kenapa? Karena inspiratif. hehehe


Kalo buku yang menginspirasiku banyak banget sih...tapi aku bisa bagikan satu dari beberapa buku yang udah aku baca. Salah satu buku yang menginspirasiku yaitu "Edensor" karya Andrea Hirata.

Inspirasi yang aku dapetin yakni, meskipun latar belakang kita adalah keluarga yang sangat sederhana bahkan tidak berada, tapi apabila kita memiliki impian, kemauan, tekad, kerja keras dan tak lupa beribadah, maka apa pun cita-cita kita akan tercapai. Salah satu nya yakni impian bisa melanjutkan sekolah di luar negeri dengan bantuan beasiswa.

Penulisnya, Andrea Hirata juga memberiku inspirasi. Bahwa walaupun kita bukan orang dengan latar belakang pendidikan sastra, tapi apabila kita memiliki kemauan menulis, maka tak mustahil kita bisa mengikuti jejaknya, menjadi penulis ulung.

Sebenarnya ada bererapa buku lain, kayak The Alchemist dari Paulo Coelho, Chicken Soup for The College Soul, Purpose Driven Life, dan lain-lain.

senang bisa berbagi....


Harus pilih 1 buku ya? Kalo gitu, pilihannya jatuh ke Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu! Ringan tapi berbobot dan memberikan pencerahan dengan cara yang tidak menggurui. Dari buku itu aku belajar banyak tentang Ikhlas, memaafkan diri sendiri dan orang2 yang pernah mengecewakan/menyakiti aku (ini yang susaaah banget), how to achieve my dreams, bagaimana memunculkan aura positif yang dibutuhkan untuk achieve my dreams, dan banyak lagi.


buku yang menginspirasi saya lumayan banyak, namun jika dapat disebut, beberapa diantaranya adalah: Dari Penjara Ke Penjara (Tan Malaka), Catatan Seorang Demonstran (Soe Hok Gie), Aku Ingin Jadi Peluru (Wiji Thukul), Anarkisme (Sean M Sheehan), Nietzsche (St. Sunardi), dan beberapa yang lainnnya :)


coba baca 9 matahari adenita, bisa ga kamu sekuat matari...


Novel2nya Pramoedya,
setting tertentu berdasarkan sejarah dipakai sebagai medium utk menyampaikan refleksi. kemampuannya membuat cerita pun mengesankan: watak2 figur ceritanya, deskrisinya, dll.
walau beliau pernah bilang ini cerita bukan sejarah tapi sulit menyangkal dia tidak riset sejarah. maksud gw, konstruksi sejarah yg dia bikin selalu terasa baik untuk dibaca. misal tetralogi itu kurun awal abad 20 dalam perkembangan organisasi, 'arus balik' awal kedatangan bangsa eropa, 'larasati' masa kependudukan sekutu pasca kemerdekaan, dan masa setelahnya novel 'bukan pasar malam', dan novel2 lain.
secara keseluruhan, buku tsb memotivasi pembaca untuk menjadi pelaku sejarah. ya, kita membutuhkan motivasi, dan itu cukup mengena ketika sebuah drama ditampilkan dalam priode sejarah tertentu. tentang alam pikir manusia biasa dalam cerita dan alam manusianya. saling tali-temali.
tapi seperti kita rasakan, menjadi pelaku sejarah, tidak mudah. kebanyakan ceritanya menggambarkan manusia menghadapi manusia yang masing-masing mengamankan hidupnya. terkesan getir tapi cukup baik untuk menampilkan seorang manusia biasa yang memerankan kemampuan untuk bersikap heroik. hebatnya, saya pikir, juga disertai humor yg khas, ceritanya cukup elegan dan tidak terlalu sinis membosankan.


edensor sama sang pemimpi soalnya aku jadi pengen kuliah di luar negeri juga tapi bukan ke sorbonne ..
pengennya kuliah di jerman ! doain ya ..


Mahabharata, epic yang tak lekang dimakan waktu, cerita maupun karakter tentang tokoh2nya benar2 bisa jadi bahan renungan :)


alchemist ... santiago mirip dgnq,sama2 pemimpi :)


5 CM, karangan donny dirgantoro. waktu semester 3 ip saya sempat anjlok. perlu kerja keras untuk menaikkannya kembali, sempat down juga waktu ituy, tapi setelah membaca buku 5 cm, saya jadi bersemangat kembali, serta berani bermimpi bahwa saya itu bisa menaikan ip saya.menurut buku 5 cm itu,kita hanya harus menaruh atau meletakkan mimpi kita itu 5 cm dari kening kita, kita bawa kemanapun kita pergi, rasakan, amati, dan percayalah bahwa kekuatan mimpi adalah segalanya. "orang yang tidak punya mimpi, ibarat seonggok daging yang hanya punya nama" (Dirgantoro, Donny, 5 cm).


menelusuri lorong-lorong dunia jilid 1&2.
karya: sigit susanto
penerbit: insist press

alasan: karena, di dalam buku ini banyak sekali pelajaran menarik mengenai pengenalan sastra beserta tokohnya, kebudayaan masyarakat, dan perspektif-perspektif lain tentang suatu negara ataupun tempat yang ditulis secara indah, sederhana, dan sangat menarik oleh sang penulis.

xx
miska lail
Fikom Unpad


Buku pintar terbitan tahun 98.buku pertama yg saya pertama kali beli pake uang sendiri hasil ngebobol celengan selama setahun.menginspirasi karena sesudah baca buku itu saya merasa sangat pintar :) di kalangan anak kelas 3 sd hehe :)


PRINCESS DIARIES series!
bukunya girl power banget :))
membantu saya percaya diri jadi cewek nyentrik yang peduli beragam isu sosial dan bergaul dengan orang-orang yang nggak biasa tapi tetap terlihat keren dan rock n roll!


Celestine Prophecies. Itu buku yg menginspirasi n bikin gw tertarik ama Psikologi. Pertama kali baca pas SMA, masa2 galau dlm hidup. Saat2 nyari identitas. Byk hal yg gw dapetin dr buku ini sehingga gw jd mampu lbh positif memandang dunia...


Suatu hari, seorang kawan memberikan hadiah sebuah buku yang sangat terkenal. Buku tersebut berjudul "Rich Dad Poor Dad" karya Robert T. Kiyosaki. Buku itu memberikan inspirasi yang luar biasa pada saya, karena di dalamnya Kiyosaki bercerita tentang pengalamannya ketika diwawancara oleh seorang wartawati di Singapura. Wartawati itu minta saran pada Kiyosaki bagaimana caranya agar nasibnya bisa berubah. Dan Kiyosaki menyarankan agar wartawati tersebut mengikuti pelatihan 'sales' dan 'marketing'. Wartawati itu tersinggung oleh saran Kiyosaki. Namun saran Kiyosaki itu menurut saya sangat masuk akal dan baik sekali. Ia memberi saran itu dengan harapan, wartawati tersebut bukan hanya bisa menjadi 'best writing author' tapi sekaligus 'best selling author' seperti dirinya. Dan kuncinya adalah ilmu marketing.


Into The Wild by Jon Krakauer.. no particular reason, its just inspiring in a stupid way..


perahu kertas nya dee. setting nya tahun2 kuliah ku d bdg dan kost ku pertama di Tubagus Ismail. ada dalam novel itu..... nangis terharu ... ada semangat mnjaga mimpi, harapan dan cita2 dalam novel ringan tp ngena ... hidup mengalir sep air ... jarang2 dee bikin novel ringan sep ini.... dee identik dgn bandung-musik-sastra-english term


Sebenarnya sy srg &suka dg kegiatan dr tobucil krn keamaan ketertarikan pd handycraft btw sy penasaran bgmn mendptkan buku gratis dr...nation DIY tsb sptnya sangat menarik.Bila ada buku yg free boleh jg sy di beri. untuk dicoba praktekan dg siswa2 saya.


- madogiwa no totto chan (tetsuko kuroyanagi)
sekolah menjadi amat menyenangkan! andai kita punya (para) pendidik seperti pak kobayashi...

- kite runner (khaled hosseini)
karena setiap orang berhak atas kesempatan kedua untuk memperbaiki dirinya. review apa adanya, boleh mampir ke:
http://bapakranger.multiply.com/reviews/item/24

Jazz, Parfum, dan Insiden tulisan Seno gumira Ajidarma. Saya begitu larut di dalamnya. Ada tautan antara kekerasan dan kelembutan yang nyata. Seno memang keren. Oya, saya sampe beli bukunya berkali-kali (mungkin 4 kali). Yang pertama saya pinjamkan ke teman tapi, seperti biasa, ga balik. Kedua, dengan cover baru yang sebenarnya jelek. Ketiga, saya berikan pada seseorang yang dekat dengan saya. Keempat, saya simpan sendiri. Di buku itu, semboyan Seno: Jika Jurnalistik Dibungkam, Sastra Bicara tampak benar.


Arus Bersilangan, di buku ini bs mendapatkan pencerahan soal prinsip2 hidup dan kehidupan. Pesan moral mengenai pentingnya pendidikan sebagai salah satu pintu untuk menanamkan nilai2 budaya yang saat ini sdh mulai luntur dari sistem pendidikan kita yang hanya melahirkan "generasi praktis & pragmatis" tanpa didasari nilai2 agama


Sang Nabi - Kahlil Gibran

Inspiratif, motivatif dan pencerahan luar biasa...

catatan seorang demostran......(soe hok gie)

dari buku itu membuat saya menjadi lebih berani mengungkapkan
apa yang saya anggap benar..

dan tidak terlalu peduli dengan tanggapan orang tentang saya

so buku ini membuka mata saya


buku karya andrea hirata .
dr laskar pelangi smpe maryamah karpov .
meyakinkan saya bahwa hidup itu slalu berputar , ada saatny sedih ada saatnya bahagia .
dan ngajarin saya , betapa usaha keras itu penting utk mencapai kesuksesan :)
 

5 cm.
Kenapa?
karena bagus, menginspirasi, mencerahkan, dan membangun, memberi tau..aaah..lengkaplah..
yang belum baca, bacalah..hehehhe
 
 

Taiko - oleh Eiji Yoshikawa

Buku tentang sejarah hidup Toyotomi Hideyoshi ini bener-benar menginspirasi saya untuk tidak pernah berhenti berusaha. Hideyoshi yang lahir dari keluarga biasa, fisik yang biasa, dapat tumbuh dengan usaha yang tak kenal menyerah dan kekuatan hati, benar-benar tidak memberi ruang untuk saya memiliki alasan untuk menyerah.

Mampu membalut kelemahan dan kelebihan hideyoshi secara normal sehingga menjadikannya sosok manusia yang utuh.


Emm...buku yg mginspirsiku byk sekali but only one book yang paling menginspirasiku yaitu,,buku tentang perjalanan hdp tokoh-tokoh muslim seperti, perjalanan hidup Imam Syafi'i.


5 cm karya Doni Dirgantoro apa Doni Dirgantara ya?? hoho...

pokonya buku itu bagus banget.. buku itu menginspirasi saya untuk menggapai cita-cita saya. walaupun buku itu fiksi atau mungkin ada bumbu2 kehidupan nyata penulisnya tapi cara menulis mengungkapkan bagaimana caranya menggapai cita2 adalah sesuatu yang hebat. maka dari itu saya suka buku itu.. ^__^

saya bakal nyoba cara2 yang ada di buku itu untuk menggapai cita2 saya.. semangat!! ^o^


Awalnya Sepotong Senja Untuk Pacarku dari Seno Gumira Ajidarma, sebagai contoh tulisan cerpen yang mampu menghadirkan nuansa imajinatif-fantastis dan penuh kejutan. ada buku2 lain yang bisa jadi sumber inspirasi, Kerja Santai Hasil Oke dari Corinne Maier untuk petuah2 terbaik dalam berkarir, Trilogi Sepakbola Sindhunata, Travelers Tale-nya Adhitya Mulya, dkk.


buku yang menginspirasi aku adalah totochan. buku yang bercerita ttg seorang gadis yang mempunyaikeuinikan tersendiri diusianya dan terfasilitasi imajinasi dan daya pikirnya disekolah alternatif...membuka wawasan berpikirku ttg bagaimana mendidik dan mengajarkan anak secara persuasif dan memahami karakter setiap anak...


Buku-buku karya SGA!
 
 
 
 
Google Twitter FaceBook

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin