Klab Dongeng Interaktif
terselenggara atas kerja sama Tobucil dan Semi Palar

“Sekarang Cyrusnya kita panggil dulu, yuk. CYRUUUUUS ….,” ajak Kak Caroline. “CYRUUUUUS ….,” kakakku dan teman-temannya mengikuti. “Udah keluar, belum? Belum, ya? Ayo kita panggil lagi. CYRUUUUUUS ….,” panggil Kak Caroline lebih kuat. “CYRUUUUUUSSSSS !!!!!” kakakku dan teman-temannya berseru tak kalah kuat. Lalu, di layar putih luas, tampil gambar naga hijau berwajah sedih. Oh … ternyata naga itulah yang bernama Cyrus.
Cyrus tinggal kesepian di lautan. Dia mencoba mengajak hiu berteman. “Kira-kira hiunya mau, nggak, berteman dengan Cyrus? Siapa yang bilang mau?” tanya Kak Caroline. Beberapa teman kakakku mengacungkan jari. “Siapa yang bilang enggak?” tanya Kak Caroline lagi. “Jangan diangkatin tangannya, nanti hiunya jadi nggak mau main sama si naga, nanti naganya sedih!” larang Kak Sabit, salah satu teman kakakku.
… tapi harapan Kak Sabit tidak terpenuhi. Si hiu tetap tak mau berteman dengan Cyrus. Cyrus tetap kesepian. Dia malang melintang di lautan tanpa seorang teman pun.
Pada suatu kali, sebuah kapal terhuyung di lautan. Badai menghantam dan merusak layarnya. Cyrus yang baik hati dengan sigap menjadikan tubuhnya layar. Maka, selamatlah si kapal dari ketenggelaman. “Kalau tenggelem nanti kayak pesawat Adam Air!” komentar Kak Chrissy, teman kakakku yang berambut panjaaaaang sekali.

Kakakku dan teman-temannya seperti betul-betul bertemu dengan Cyrus. Mereka bisa ikut berperan dalam jalannya cerita, mencoba menarik kapal seperti Cyrus, bahkan ikut tidur ketika Cyrus tidur. Aku jadi kepingin ikutan. Maka, akupun mencoba melampaui kursi panjang yang membatas. Heup …hup …ughhhh … aduh ! Ternyata aku tidak berhasil, teman-teman. Bukan hanya pembatas arena yang tak dapat kulampaui, tetapi juga batas usia. Aku baru tiga belas bulan, sementara acara ini diadakan untuk kakak-kakak berusia empat sampai enam tahun …



***


Bookmark this post: | ![]() ![]() ![]() |
No comments:
Post a Comment