Apa saja yang bisa kita lihat di Jalan Aceh, tepatnya dari simpang Jalan Merdeka sampai Tobucil? Bukan, bukan mall. Tidak ada mall di Jalan Aceh. Setahu saya hanya ada satu FO (factory outlet) di dekat Stadion Siliwangi. Bagi Anda yang shopaholic mungkin akan kecewa. Tapi bagi Anda yang senang bertualang menyusuri kota Bandung, pasti setuju jika saya katakan bahwa ada beberapa hal menarik yang bisa kita lihat di separuh Jalan Aceh.
Bermula dari Popeye, sebuah restoran fast food. Di sebelahnya ada Banner store. Benar kata Andika Budiman dalam Baca Kota Bandung Tobucil beberapa minggu yang lalu, bahwa toko ini eye-catching. Lihat saja warna-warnanya yang ngejreng.
Di sebelah Banner Store ada Cafetaria. Kalau lapar atau haus, Anda bisa memesan makanan dan minuman di sini. Tapi kalau sungkan masuk ke
Selain gerobak makanan, ada juga angkot jurusan Dago―Kalapa. Daerah ini agak ramai. Namun lewat daerah ini, Anda akan menemukan sebuah pemandangan yang berbeda.
Kita teruskan perjalanan. Lewat Banner Store beberapa langkah, ada sebuah bangunan tinggi berwarna putih dengan banyak jendela. Itu namanya Hyatt Regency. Hotel ini berdiri tegak seperti hendak mencapai langit. Apa dia mau ke angkasa ya? Jadi teringat salah satu lagu pop Sunda. Entah siapa yang menyanyikan. Liriknya seperti ini: Karunya, nya, aduh karunya/ hayang ngapung-ngapung ngawang-ngawang/ teu boga jangjang (kasihan, aduh kasihan/ ingin terbang mengawang-awang/ tidak punya sayap).
Masalah nyambung atau tidak lagu tersebut dengan ketinggian Hyatt, tergantung bagaimana Anda yang menilai. Menurut saya sih lagu tersebut nyambung-nyambung saja. Hyatt didirikan seperti itu biar para tamu yang menginap bisa merasa terbang ke awang-awang. Tapi kalau tidak punya sayap, bagaimana bisa terbang?
Oh ya. Beberapa bulan yang lalu ketika melintasi Jalan Aceh, saya melihat beberapa orang pekerja sedang membuat beberapa bak di sebrang Hyatt. Saya pikir itu bak sampah, ternyata bak untuk tanaman hias. Buat penghijauan ya? Bagus deh. Biar Bandung kembali sejuk dan asri. Kembalikan Bandung
Dari Hyatt, kita memasuki kawasan militer. Kenapa saya mengatakan demikian? Karena di Jalan Aceh ini ada markas Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi.

Meski begitu, saya nyaman-nyaman saja jalan kaki di trotoar ini. Saya suka trotoarnya yang adem karena dinaungi pohon-pohon besar dan tua. Saya jadi tidak kepanasan sewaktu jalan kaki di sini. Pun dengan banyaknya kendaraan yang lalu lalang dan menimbulkan polusi udara, saya tidak merisaukan masalah itu. Karena karbon yang keluar dari kendaraan diserap pohon-pohon tua tersebut. Ajaib ya? Buat kita, gas karbon beracun. Sebaliknya bagi tanaman, gas karbon justru membantunya untuk berfotosintesis.
Di kanan dan kiri Jalan Aceh, terbentang trotoar. Gunanya tentu saja sebagai tempat jalan kaki.
Ada
Sementara trotoar di sebelah kanan (yang sejajar dengan Tobucil) lebih lebar. Membuat para pedestrian merasa lebih nyaman berjalan kaki. Mau jalan berdua sama pacar atau jalan rame-rame bareng teman? Bisa banget. Menari balet atau street dance di sini juga bisa. Awas terbentur pot besar!

Sayangnya,
Bersambung …
Rie Yanti, lahir di
Punya tangkapan tentang kota Bandung ? Bisa berupa foto dan teks, atau foto saja. Kirimkan ke tobucil@gmail.com . Sertakan pula foto diri dan biodata singkatmu. Kami tunggu, ya …
Bookmark this post: |
0 komentar:
Post a Comment