30.8.09

Gaya Berfoto

kaksyaraf asuhan Kak Syaraf Maulini

Pertanyaan dari Raden Prisya (via chat FB):

(Kak Syaraf: Di suatu malam yang galau, saya ngobrol dengan Prisya di chat FB. Lalu Prisya bertanya soal di bawah ini, tapi ia ingin dijawab secepatnya. Kenapa? Karena waktu sudah imsak)

Hai, Kak Syaraf, saya ada kegalauan tingkat tinggi yang mana dituliskan dalam pertanyaan berikut ini: Apabila tiba-tiba seorang fotografer kelas dunia yang telah berpengalaman memotret berbagai selebriti bersedia memotret anda secara gratis dan meletakkan foto tersebut di jejeran karyanya, seperti apa anda akan ingin difoto?

Jawaban dari Kak Syaraf:

Halo Prisya, betul sekali waktu sudah imsak dan tandanya anda mesti cepat-cepat. Kenapa? Karena kalau batasnya adzan maghrib, namanya bukan imsak dong. Ada lima alternatif gaya sebenarnya, yang mana untuk memilih satu diantaranya, saya sarankan untuk shalat istikharah dulu atau jangan sekalian:

  1. Gaya apapun sambil merem. Kau tahu, tak ada satupun selebriti yang melakukan itu, kecuali dia kedapatan paparazzi sedang shalat.
  2. Gaya sedang shalat. Kau tahu, tak ada satupun selebriti yang melakukan itu, karena mereka shalat memang untuk Allah, bukan fotografer.
  3. Gaya sedang puasa. Kau tahu, jika kau bukan difoto untuk model sebuah makanan atau minuman, kau bisa interpretasikan model itu sedang berpuasa.
  4. Gaya sedang dipenjara. Kau tahu, selebriti tidak akan melakukan itu, kecuali mereka benar-benar dipenjara.
  5. Gaya ala selebriti. Kau tahu, tak ada satupun selebriti yang melakukan itu, karena mereka selebriti beneran.

Pertanyaan dari Pens Beurat Off Clinic (via YM):

Halo Kak Syaraf, saya senang baca off-clinic sejak saya kelas 5 SD (sekarang saya kelas 5 SD). Mau tanya dong:

  1. Kok kakak mau sih mengasuh off clinic? Suka dukanya apa?
  2. Kok jawabannya keren-keren sih? Inspirasi dari mana tuh?
  3. Rambut kakak paling panjang segimana? Itu pas kapan? Perasaan botak terus. Heuheu.
  4. Gimana caranya supanya gua nemu inspirasi buat bikin pertanyaan off clinic?

Jawaban dari Kak Syaraf:

Oke, Dik, lama juga yah anda ngepens sama rubrik ini. Baiklah saya jawab, meskipun saya kasian sebenernya, anda kok kecil-kecil sudah galau:

  1. Saya tidak mau sebenarnya, melainkan malu-malu mau. Kau tahu bedanya, Dik? Coba ngacung kalo gak ngerti. Sukanya, kalo saya menjawab off clinic sambil makan-makanan yang enak. Dukanya, kalo saya menjawab off clinic sambil saya mengetahui kalo saya lagi susah buang air. Kau tahu maksudnya, Dik?
  2. Inspirasinya dari Malaysia, Dik. Kau tahu mereka kan tidak kreatif dengan mengklaim banyak kebudayaan kita. Nah saya tidak mau seperti itu, Dik. Jadi mereka mengilhami saya, mereka baik juga kan?
  3. Paling panjang dulu, Dik, waktu SMA. Waktu itu kakak lagi seneng-senengnya sama Metallica. Kau tahu mereka, Dik? Huruf ”c” nya jangan dibaca ”c” yah. Tapi pas kakak mau niru, rambut mereka malah dipotong pendek. Lalu pas kakak ingat peraturan sekolah yang melarang rambut panjang, jadi urung, Dik. Jadi faktor lingkungan ini sebenarnya, Dik.
  4. Ah, Dik. Jangan takut bertanya selama kau masih melihat banyak jalan disana. Karena kalau jalan masih banyak, artinya kau masih mungkin tersesat, yang mana hanya bisa diselesaikan dengan bertanya. Dan jangan takut bertanya, selama kau masih galau, karena ada peribahasa: Dimana ada gula, disitu ada semut. Dimana ada kegalauan, disitu ada semut. Kau ngerti, Dik? Tak ada gading yang tak retak, tak ada tempat yang tanpa semut.

Kirimkan pertanyaanmu tentang apaaaa … saja ke tobucil@gmail.com atau message ke fb Kak Syaraf : Syarif Maulana. Kak Syaraf akan menjawabnya.

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin