29.11.09

Off Clinic: Menginterpretasikan Musik Klasik


Pertanyaan dari Ima Violin (via message FB):
Halo Kak Syaraf, mau nanya nih. Musik klasik itu kan kaitannya sama interpretasi. Bagaimana, sih, cara menginterpretasi yang baik dan benar, agar enak didengar? Tapi yang saya lihat, interpretasi juga bisa jadi bumerang, bisa jadi sumber konflik. Misalnya si A, menginterpretasi musik barok dengan cara begini, dan si B begitu, lain lagi. Si A dan Si B ini lalu berkonflik, merasa dirinya paling benar? Bagaiman itu, Kak?

Jawaban dari Kak Syaraf:
Halo Ima yang galau, begini nih. Entah kontekstual atau tidak, tapi sepertinya iya. Saya suka mengambil contoh dari salah satu kajian filsafat, namanya Hermeneutika. Yakni semacam ilmu tentang penafsiran. Ada dua hermeneutika yang terkenal, yakni hermeneutika ala Schleiermacher dan hermeneutika ala Gadamer. Bedanya begini: kalau Schleiermacher (susah ya bacanya? Kira-kira dibaca Sleyermakher), itu percaya, bahwa menafsirkan yang sebenar-benarnya, adalah memahami teks dalam kondisi seasli-aslinya. Misalnya, menginterpretasi Fugue karya Bach. Si pemain harus tahu sejarah, siapa Bach, apa yang dia inginkan dalam karyanya ini, dan apa motifnya dalam menulis karya tersebut? Jadi, dalam arti kata lain, Schleirmacher ingin kemiripan yang mendekati persis dalam menginterpretasi sebuah karya. Nah, Gadamer mengkritik pendekatan ini, katanya: kita tidak mungkin mengetahui sejarah suatu karya secara otentik, dan kalopun iya kita tahu, lantas buat apa? Lantas buat apa kita bermirip-mirip ria, tanpa iya tahu keotentikannya. Maka Gadamer punya solusi, jadikan teks itu sebagai pedoman. Sisanya? Marilah menginterpretasi sesuai apa yang kita hayati di jaman dimana kita hidup sekarang. Misalnya, dulu di jaman Bach tidak ada yang bernama Piano, adapun Harpsichord. Maka itu, kata Gadamer, tak perlu memainkan partitur Harpsichord dengan gaya Harpsichord, padahal instrumennya piano. Tidakkah Bach, jika di jamannya sudah ada piano, akan bermain dengan gaya piano? Jadi mainlah dengan kondisi kita sekarang. Teks sesuaikan dengan konteks.

na yang sebaiknya Ima pilih. Boleh Gadamer atau Schleiermacher, atau kedua-duanya digabung. Yang pasti, keduanya pilihan, maka itu, aneh kan jika kemudian ada konflik yang timbul?
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin