Sejak minggu kemarin, akan dimuat berturut-turut tulisan dari peserta Kelas Filsafat untuk Pemula yang telah berakhir dua minggu lalu setelah belajar selama delapan pekan. Temanya adalah tentang filsafat modern. Pemuatan ini menunjukkan hasil belajar (output) yang sudah diterima selama periode pertemuan tersebut. Berikut adalah tulisan output dari Rudy Rinaldi.
Saya memahami bahwa
awal berdirinya filsafat modern diawali dengan lahirnya zaman renaisans di
daratan Eropa. Ditandai berpindahnya pemikiran theosentris ke antroposentris, Dimulai
dari reformasi yang dilakukan oleh Martin Luther kepada petinggi-petinggi gereja
yang pada saat itu secara tidak langsung memegang kekuasaan negara. Selain memegang kekuasaan negara,
petinggi-petinggi gereja pun “membatasi” pemikiran pemikiran yang datang kepada
masyarakat dimana pada saat itu apabila ada suatu paham yang keluar dari ajaran
gereja dapat dipahami sebagai paham yang “menyimpang” contoh seperti pemikiran
Galileo galilea. Semangat renaisans lahir bukan hanya “didobrak” oleh kaum
filsuf saja melainkan dari berbagai kalangan seperti seniman maupun musisi, lahirnya
semangat ini menandai telah berakhirnya jaman kegelapan di eropa.
Perpindahan
pemahaman Tuhan sebagai pusat atau theosentris ke manusia sebagai pusat atau yang
kita sebut antroposentris patut kita pertanyakan. Memgapa pada masa paham
theosentris eropa disebut sebagai jaman kegelapan atau Dark Age dan mengapa
pula bahwa perpindahan kepaham antropsentris disebut sebagai pencerahan?
bukankah jika kita renungkan kembali peham tentang Tuhan sebagai pusat segala
sesuatu dapat menjadikan kita “Manusia” dan memahami keberadaan kita? Namun apa
yang terjadi malah sebaliknya manusia telah menjauhi kemanusiaannya sendiri.
Dengan kata lain bahwa pemegang kekuasaan ajaran theosentris telah gagal
menjadikan manusia sebagai manusia. Dan jika saya ingin berlebihan pemegang
paham theosentris menjadikan Agama sebagai komoditi untuk meraih kekuasaan.
Apabila saya pahami
kembali pada masa itu Agama telah gagal menjadi “sekolah” untuk manusai belajar
menjadi manusia, melainkan “memaksa” manusia untuk menghaba kepadanya dan
menjauhkan manusia dari kemanusiaanya bahkan membuat jarak dengan satu sama
lainya. Bukankah Agama hadir untuk manusia dan bukan sebaliknya.
Laihrnya semangat
renaisans membawa eropa menuju abad pencerahan. lahirnya pemikiran-pemikiran,
pemahaman-pemahaman tentang pengetahuan baru memandai bangkitnya eropa. juga
penemuan-pememuan yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan semakin membangkitkan
gairah masyarakat eropa sebagai manusia-manusia yang maju diantara manusia yang
lainnya. Paham-paham baru yang dilontarkan oleh para filsuf juga menandai
pemahaman antrposentri telah menjadikan manusia eropa berada di zaman yang
lebih maju serta berhasil menjadi “sekolah” bagi manusia untuk belajar menjadi
manusa.
Bookmark this post: |
No comments:
Post a Comment