Dentuman beat boxing dari Elan menjadi tanda pembuka acara final test public speaking kali ini,
dihadiri oleh mba Elin Bunda ARC dan Adi Marsiela sebagai dewan juri yang akan
menilai penampilan mereka, dan tak lupa sang mentor tercinta Theoresia Rumthe.
Dalam berbicara di depan umum
tentunya banyak sekali partikel yang menjadi pengaruh terhadap keberhasilan
dalam menyampaikan sesuatu. Seperti gestur, intonasi, kejelasan vokal,
ekspresi, kepercayaan diri, dan masih banyak lagi. Partikel-partikel itulah
yang menjadi landasan penilaian juri dalam final test ini. Penampilan pertama
diambil alih oleh Rumi, disusul oleh Warkim, lalu Ari, kemudian Elan, dan
terakhir Febri. Walaupun membawakan tema yang sama sebagai bahan yang harus
mereka sampaikan, namun warna yang terasa dalam penyampaian mereka sangatlah
beragam.
| dewan juri dan mentor |
Setelah kelimanya tampil, dewan
juri berdiskusi singkat dan memutuskan peserta favorit dalam kelas public
speaking ini pada Ari, dan pemenang penampilan terbaik pada Elan. Walaupun pembawaan Ari sedikit panik, namun pada penampilannya ia unggul dalam intonasi dan kejelasan
vokal, hal yang membuat nyaman bagi pendengarnya. Cerita yang Ari bawakan juga
menarik meski konteks ceritanya kurang tersampaikan. Sedangkan Elan justru
sebaliknya, ia dapat menyampaikan konteks dalam ceritanya tersampaikan dengan
sempurna, hal itulah yang membuatnya menjadi peserta terbaik kelas public
speaking angkatan 10 ini.
Selesai sudah periode angkatan
10. Walaupun begitu, bagi kelima peserta hal ini adalah sebuah awal bagi
mereka. Berbagai pembelajaran yang mereka dapatkan tentunya akan berbeda-beda
efeknya bagi masing-masing personal. Seperti apa perbedaannya? Berikut wawancara
singkat dengan mereka.
Kesan apa yang tertinggal dalam
diri kalian setelah mengikuti kelas public speaking ini?
Banyak sekali. Terutama kesadaran dalam seni berbicara. Ternyata kegiatan
sederhana yang sering kita lakukan dalam keseharian itu tidaklah mudah jika
ingin dilakukan dengan benar.
Apa yang kalian dapatkan setelah
mengikuti kelas public speaking?
Rumi : saya jadi bisa mengatasi kekurangan saya dalam berbicara. Dulu
saya sulit mengatur nafas dan mengambil jeda ketika berbicara terutama presentasi,
setelah mengikuti kelas ini saya jadi bisa mengambil langkah untuk mengatasi keterbatasan
saya.
Warkim: sebuah kesadaran bahwa berbicara
yang saya anggap sebagai hal yang kecil ternyata tidaklah sepele. Butuh persiapan
dalam melakukannya. Berbicara kan juga tergantung kepada khalayak pendengar,
entah itu teman-teman, orang tua, atau masyarakat umum, semuanya membutuhkan
persiapan yang berbeda-beda.
Elan : yah, selain ilmu dalam berbicara, saya juga mendapatkan
teman-teman baru, proses belajar yang enak, dan tempat yang nyaman.
Ari : lebih ke bagaimana teknik dalam berbicara sih, seperti macam-macam
intonasi dalam bercerita contohnya smiling voice.
Febri : Rasa percaya diri yang meningkat.
Selama satu bulan ini materi yang
diajarkan oleh mba Theo kan berbeda-beda, menurut kalian materi yang mana yang
menjadi favorit kalian?
Rumi : materi cermin, dan spontanitas. Keren sekali, kita jadi bisa
mengukur kemampuan diri kita yang sebenarnya. Tidak ada persiapan dan tema yang
dipilih pun acak.
Warkim : semua materi favorit. Sebenarnya yang menjadikan
materi kelas ini menyenangkan adalah cara penyampaian mba Theo yang asik.
Elan : saat latihan vokal a,i,u,e,o dan tangtrill. Membuat saya
sadar bahwa teknik berbicara itu ternyata tidak mudah dan banyak partikelnya.
Ari : sama seperti Elan, saat latihan vokal. Saat itu saya jadi
tahu ada jenis intonasi yang disebut smiling voice, keren sekali! Saat materi
cermin juga seru.
Febri : materi cermin! Kekonyolan yang timbul saat materi itu membuat
kelas makin menarik.
Setelah mengikuti kelas ini,
boleh dong kasih saran dan kritikannya sebagai masukan.
Cara penyampaian dalam memberikan materi sih tidak ada, sudah sangat
enak dan asik. Paling itu aja sih, tantangan. Saat pembelajaran bagaimana jika
kita dihadapkan pada pendengar umum langsung, bukan hanya teman-teman peserta
kelas saja. Lalu kalau bisa peserta terbaik kelas angkatan pertama sampai
angkatan saat ini berkumpul kembali untuk memperebutkan posisi yang terbaik
dari yang terbaik, semacam lomba, pasti seru tuh!
Wah, terimakasih atas partisipasi
kalian dalam kelas Public Speaking angkatan 10 ini ya. Semoga pengalaman ini
menjadi awalan yang baik dalam seni berbicara bagi keseharian masing-masing. J
Bookmark this post: |
No comments:
Post a Comment